Heroes of Islam: Ibnu Sina, Islamic Golden Age’s Greatest Doctor & Polymath

Tahukah Anda siapa bapak kedokteran dunia? Ternyata, ia adalah seorang filsuf Muslim. Dialah Ibnu Sina atau di dunia Barat lebih dikenal dengan Avicenna. Tapi, mengapa ya, dia diberi gelar sebagai bapak kedokteran dunia?

Dikatakan dalam duniaislam.org bahwa sejak kecil, Ibnu Sina sudah menunjukkan kepandaian yang luar biasa. Di usia 5 tahun, ia telah belajar menghafal Al-Quran. Selain menghafal Al-Quran, ia juga belajar mengenai ilmu-ilmu agama. Ilmu kedokteran baru ia pelajari pada usia 16 tahun. Tidak hanya belajar mengenai teori kedokteran, tetapi melalui pelayanan pada orang sakit dan melalui perhitungannya sendiri, ia juga menemukan metode-metode baru dari perawatan.

Profesinya di bidang kedokteran dimulai sejak umur 17 tahun. Kepopulerannya sebagai dokter bermula ketika ia berhasil menyembuhkan Nuh bin Mansur (976-997), salah seorang penguasa Dinasti Samaniah. Banyak tabib dan ahli yang hidup pada masa itu tidak berhasil menyembuhkan penyakit sang raja.

Sebagai penghargaan, sang raja meminta Ibnu Sina menetap di istana, paling tidak untuk sementara selama sang raja dalam proses penyembuhan. Tapi Ibnu Sina menolaknya dengan halus, sebagai gantinya ia hanya meminta izin untuk mengunjungi sebuah perpustakaan kerajaan yang kuno dan antik. Siapa sangka, dari sanalah ilmunya yang luas makin bertambah.

Dilansir dalam malaikatduniakedokteran.blogspot.co.id bahwa Ibnu Sina terkenal sebagai seorang otodidak yang handal. Dalam waktu yang relatif singkat yaitu satu setengah tahun Ibnu Sina telah menguasai ilmu kedokteran tanpa bimbingan dari siapapun. Oleh karena itu dalam dunia kedokteran dinobatkan sebagai Father of Doctors (bapak kedokteran).

Pada usia 21 tahun ia berhasil menulis karya-karya besar tentang pengobatan dan filsafat. Bukunya yang terkenal adalah kitab Al-Qonun fit Thibb (dasar-dasar ilmu kedokteran) yang menjadi rujukan utama dunia kedokteran. Buku tersebut sejak zaman Dinasti Han telah menjadi standar pemikiran dan karya medis di Cina.

Subhanallah, salah satu filsuf Muslim ini memiliki kecerdasan yang luar biasa. Di masa mudanya ia sudah bisa membanggakan dunia, terutama dalam dunia islam karena keahliannya di bidang kedokteran. Maka, tak heran jika ia dikenal sebagai bapak kedokteran dunia. Kita patut bangga memilikinya. Dan ia merupakan sosok yang bisa kita tiru perjalanan hidupnya.


Source: Islampos

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s