Akhirul Zaman: Solusi Menyelamatkan Diri Dan Keluarga Dari Fitnah Ad-Dajjal – PART 4

  1. Menghafal Sepuluh Ayat Awal Surah Al-Kahfi

Termasuk solusi lain yang diajarkan Rasulullah صلى الله عليه و سلم agar ummat selamat menghadapi fitnah Ad-Dajjal ialah menghafalkan sepuluh ayat permulaan surah Al-Kahfi.

مَنْ حَفِظَ عشر آيَات من أول سُورَة الْكَهْف عصم من فتْنَة الدَّجَّال

Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda: “Barangsiapa menghafal sepuluh ayat awal dari surat Al-Kahfi, maka ia akan dijaga dari fitnah Ad-Dajjal.”
(HR Muslim – Shahih
)

Apa hikmah di balik menghafalkan kesepuluh ayat tersebut? Wallahu a’lam. Yang jelas, kalau kita tadabbur (pelajari) surah Al-Kahfi dan khususnya kisah para pemuda Kahfi penghuni gua, maka kita dapati bahwa kondisi masyarakat yang mereka hadapi memiliki kemiripan dengan kondisi masyarakat menjelang dan saat keluarnya fitnah Ad-Dajjal. Yaitu hadirnya pemimpin yang menyesatkan umat manusia dan rakyat kebanyakan yang rela mematuhinya. Para pemimpin tersebut telah dipatuhi kaumnya sedemikian rupa sehingga menempati posisi sebagai ilah-ilah selain Allah yang diagungkan bahkan disembah. Sehingga Allah mengabadikan ucapan sekaligus sikap para pemuda Kahfi terhadap kaum yang mereka hidup bersamanya:

هَؤُلاءِ قَوْمُنَا اتَّخَذُوا مِنْ دُونِهِ آلِهَةً لَوْلا يَأْتُونَ عَلَيْهِمْ بِسُلْطَانٍ بَيِّنٍ فَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَى عَلَى اللَّهِ كَذِبًا

“Kaum kami ini telah menjadikan selain Dia (Allah) sebagai ilah-ilah (untuk di sembah). Mengapa mereka tidak mengemukakan alasan yang terang (tentang kepercayaan mereka?) Siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah?
(QS. Al-Kahfi: 15)

Dalam kondisi kemusyrikan yang merebak, maka Allah perintahkan para pemuda Kahfi melakukan uzlah (mengasingkan diri) dari kesyirikan kaumnya dengan masuk ke gua yang dirahmati Allah agar iman-tauhid mereka terpelihara bahkan bertambah. Perintah Allah tersebut diikuti do’a para pemuda Kahfi yang berbunyi:

إِذْ أَوَى الْفِتْيَةُ إِلَى الْكَهْفِ فَقَالُوا رَبَّنَا آتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا

“(Ingatlah) tatkala pemuda-pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua lalu mereka berdoa: “Wahai Rabb kami berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)”.
(QS Al-Kahfi 10)

  1. Tinggal Di Mekkah Atau Madinah

Nabi Muhammad صلى الله عليه و سلم menjelaskan bahwa jika fitnah Ad-Dajjal keluar, maka dia akan masuk ke semua negeri untuk menyebar tipudayanya kecuali memasuki dua kota suci yaitu Mekkah dan Madinah. Para malaikat menjaga dan melindungi kedua kota itu dari masuknya Ad-Dajjal.

لَيْسَ مِنْ بَلَدٍ إِلَّا سَيَطَؤُهُ الدَّجَّالُ إِلَّا مَكَّةَ وَالْمَدِينَةَ لَيْسَ لَهُ مِنْ نِقَابِهَا نَقْبٌ إِلَّا عَلَيْهِ الْمَلَائِكَةُ صَافِّينَ يَحْرُسُونَهَا

Nabi صلى الله عليه و سلم bersabda: “Tidak ada suatu negeripun yang tidak akan dimasuki Ad-Dajjal kecuali Mekkah dan Madinah, karena tidak ada satu pintu masukpun dari pintu-pintu gerbangnya (kota Mekkah dan Madinah) kecuali ada para malaikat yang berbaris menjaganya.”
(HR Bukhari – Shahih)

Berarti di antara solusi ummat agar selamat menghadapi fitnah Ad-Dajjal adalah dengan menetap di Mekkah atau Madinah. Dua kota ini merupakan tempat paling terlindungi dari intervensi fitnah Ad-Dajjal.

Namun demikian, bukan soal menetap di Mekkah atau Madinah yang paling penting. Tetap perlu diingat bahwa kuatnya iman-tauhid seorang muslim-lah yang paling menjamin terlindunginya dia dari fitnah Ad-Dajjal.

Sebab Nabi Muhammad صلى الله عليه و سلم juga memperingatkan bahwa Ad-Dajjal ketika gagal memasuki kota Madinah dia (Ad-Dajjal) akan melakukan upaya menarik penduduk Madinah keluar untuk memenuhi panggilannya. Dan ternyata akan ada juga yang mau keluar meninggalkan Madinah demi memenuhi rayuan Ad-Dajjal. Mereka itulah kaum munafik dan kaum fasik dari penduduk Madinah. Itulah hari yang dijuluki Nabi صلى الله عليه و سلم sebagai yaumul-kholash (hari pemurnian) kota Madinah.

يوم الخلاص وما يوم الخلاص؟ يوم الخلاص وما يوم الخلاص؟ يوم خلاص وما يوم الخلاص؟ فقيل له وما يوم الخلاص؟ قال يجيء الدجال فيصعد أحدا فينظر المدينة فيقول لأصحابه: أترون هذا القصر الأبيض؟ هذا مسجد أحمد. ثم يأتي المدينة فيجد بكل نقب منها ملكا مصلتا فيأتي سبخة الجرف فيضرب رواقه ثم ترجف المدينة ثلاث رجفات فلا يبقى منافق ولا منافقة ولا فاسق ولا فاسقة إلا خرج إليه فذلك يوم الخلاص

“Hari pemurnian, apa itu hari pemurnian?” Dan ucapan seperti itu diulangi tiga kali oleh Rasulullah صلى الله عليه و سلم. Lalu ditanyakan kepada Nabi صلى الله عليه و سلم: “Apakah hari pemurnian itu?” Maka Nabi صلى الله عليه و سلم pun bersabda: “Ad-Dajjal akan muncul kemudian mendaki ke gunung Uhud. Dari situ dia menyaksikan kota Madinah. Lalu berkata kepada para pengikutnya: ‘Tidakkah kalian melihat istana putih itu?’ Itu masjid Ahmad (Muhammad/masjid Nabawy). Kemudian Ad-Dajjal mendatangi Madinah, namun mendapati di setiap jalan menuju kota ada malaikat penjaga yang menghunuskan pedangnya. Kemudian Ad-Dajjal mendatangi Sabkhah Al-Juruf (tanah tandus di lereng bukit), kemudian ia memukul serambi depannya. Kemudian kota Madinah bergetar tiga kali. Dengan itu tiada seorang munafik, baik laki-laki maupun perempuan, dan tiada seorang fasik, baik laki-laki maupun perempuan, melainkan akan keluar kota (Madinah) untuk menemuinya (Ad-Dajjal) dan itulah yang disebut Yaumul Kholash (hari pemurnian).”
(HR Ahmad, Al-Hakim – Shahih)

Wallahu’alambishowaab.

 

—–

Link: http://bolehjadikiamatsudahdekat.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s