Heroes of Islam: İbrahim Müteferrika, Penemu Teori Gerhana Matahari

Hampir 300 tahun yang lalu İbrahim Müteferrika, orang yang  membawa mesin cetak ke Turki dan dunia Utsmaniyah memperoleh izin dari Khalifah Utsmaniyah untuk mencetak buku-buku sekuler dan ilmiah. Pada tahun 1720, ia membuka percetakan pertama Islam di Istanbul.

Müteferrika adalah mantan imam Hungaria yang telah masuk Islam. Ia menggambarkan latar belakang dan keyakinan agamanya dalam sebuah buku yang ia sebut Risale-yi Islamiyye. Dia juga sangat peduli dengan keterbelakangan teknis dan administrasi kekaisaran Utsmaniyah.

Oleh karena itu ia menulis sebuah buku berjudul Ushul al-Hikam fi Nizam al-Umam dan menerbitkannya sendiri di tahun 1731. Dalam buku ini ia menjelaskan pemerintah dan sistem militer yang berlaku di Eropa, serta mengatakan kepada elit Utsmaniyah bahwa negara-negara Muslim independen hanya bisa bertahan jika mereka tidak hanya meminjam teknologi militer, tetapi juga secara selektif mengadopsi administrasi dan pengetahuan ilmiah dari gaya Eropa.

Peringatan Ibrahim Müteferrika tentang munculnya peradaban Eropa secara perlahan diperhatikan kekaisaran Utsmani. Negara Utsmani mengatur tentang “urusan kontroversial” berupa modernisasi itu sendiri, ketika saat bersamaan mencoba untuk melestarikan apa yang penting untuk identitas Islam.

Selama Era Tulip, di bawah kekuasaan Sultan Ahmed III, keterampilan İbrahim itu sangat dihargai. Dia dikenal sebagai penerbit, penerbit percetakan, kurir, diplomat, astronom, sejarawan, ulama dan sosiolog.

Selain semua kepentingan-kepentingan, ia berhasil dikenang sebagai Muslim pertama yang mendirikan fasilitas mesin cetak dengan movable type. Meskipun mesin cetak dengan movable type yang berasal dari Cina telah digunakan di Eropa selama beberapa waktu, mesin cetak ini terbilang inovatif, dan agak kontroversial dalam perkembangan di dunia Muslim. Melalui mesin cetak itu, ia mencetak peta pertama yang diketahui dari ilmu gerhana matahari dan bulan.

Dengan nama samaran Jeografi, Ibrahim Müteferrika juga menarik sebuah diagram yang menunjukkan urutan benda langit sesuai dengan model geosentris Ptolemeus. Menurut model Ptolemeus, bumi digambarkan di pusat alam semesta dan dikelilingi oleh bidang konsentris. Bintang tetap dari Zodiac ditemukan dalam lingkup bulan, Merkurius, Venus, matahari, Mars, Jupiter dan Saturnus. Di luar adalah bidang bola (bidang atlas), diduga melingkupi seluruh alam semesta. Hal ini diterbitkan dalam buku, Displaying the World.

Di antara karya-karya yang diterbitkan oleh Müteferrika adalah karya Katip Jalibi tentang atlas dunia Jihan-nüma (The Mirror of the World). Dalam suplemen buku itu, Müteferrika membahas teori astronomi Copernicus secara rinci dengan argumen ilmiah untuk menentangnya.

Dalam hal ini, ia dianggap sebagai salah satu dari orang-orang pertama yang telah benar memperkenalkan teori heliosentris untuk para ilmuwan Utsmaniyah. Dengan karya-karyanya ini ia menjadi dikenal sebagai seorang ahli geografi, astronom dan filsuf.

Ia juga menerjemahkan dari kartografer Jerman, Andreas Cellarius (1665), Atlas Coelestis (1708) dari bahasa Latin dan dicetak dengan judul Majmua’tul Haiy’a- Kadim wal-Jadid (1733).

—–

Edited by: @pokamamil

Link: http://www.fimadani.com/ilmuan-muslim-adalah-penemu-teori-gerhana-matahari/

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s