Benarkah Rasulullah Sallallahu Alaihi wa Sallam Mewasiatkan Kekhalifahan kepada Ali? (via Fimadani)

Sebagian dari kita mungkin pernah membaca atau mendengar perkataan bahwa Rasulullah Sallallahu Alaihi wa Sallam telah mewasiatkan kekhalifahan kepada Ali, dan bahwa para shahabat telah membuat konspirasi terhadap Ali.

Sungguh ini perkataan keji yang berasal dari syi’ah Rafidhah dan ini merupakan perkataan yang batil. Tidak ada sumbernya dalam hadits Rasulullah Sallallahu Alaihi wa Sallam. Bahkan banyak dalil yang menunjukkan, bahwa khalifah setelah Nabi Sallallahu Alaihi wa Sallam adalah Abu Bakar Bakar Ash-Shiddiq, begitu pula kesepakatan semua shahabat Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam.

Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam tidak menyatakan secara jelas dan tidak mewasiatkan secara pasti. Namun, ada beberapa indikasi yang munjukkan hal itu, yang mana Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam memerintahkan Abu Bakar Bakar untuk menjadi imam shalat bagi para shahabat ketika beliau sakit, dan tidak menyebutkan kekhalifahan bagi dirinya. Rasulullah Sallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,

يَأْبَى اللهُ وَالْمُؤْمِنُونَ إِلاَّ أَبَا بَكْرٍ

Allah Ta’ala dan kaum mukminin menolak selain Abu Bakar.(HR. Muslim)

Dengan ini Abu Bakar dibaiat oleh para shahabat setelah Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam wafat, dan salah satu dari mereka adalah Ali bin Abi Thalib. Mereka sepakat bahwa Abu Bakar adalah orang terbaik dari mereka.

Dalam hadits yang diriwayatkan dari Ibnu Umar dinyatakan bahwa para shahabat pernah berkata ketika Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam masih hidup, “Sesungghunya orang terbaik bagi umat ini setelah nabinya Shallallahu Alaihi wa Sallam adalah Abu Bakar lalu Umar lalu Utsman.”(Diriwayatkan oleh Abu Ya’la dan Ibnu Asakir)

Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam menetapkan hal tersebut. Berkaitan dengan hal itu, Ali pernah mengatakan, “Sesungguhnya orang terbaik bagi umat ini setelah nabinya adalah Abu Bakar lalu Umar.” (Diriwayatkan oleh Ahmad).

Ali juga mengatakan, “Tidaklah seseorang yang memuliakan diriku melebihi Abu Bakar dan Umar, melainkan keduanya aku cambuk seperti aku mencambuk orang yang menuduh orang lain berbuat zina.” (Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Asyim).

Ali tidak mengklaim dirinya adalah orang yang paling mulia, begitu juga tidak pernah mengatakan bahwa Rasulullah Sallallahu Alaihi wa Sallam telah mewasiatkan kekhalifahan kepadanya.

Demikian juga, Ali tidak pernah mengatakan bahwa para shahabat telah menzhaliminya dan mengambil haknya.

Ketika Fatimah meninggal dunia, Ali berbaiat kepada Abu Bakar Ash-Shiddiq untuk kedua kalinya dalam rangka menguatkan baiat yang pertama, dan memperlihatkan kepada para shahabat bahwa beliau bersama jamaah kaum muslimin. Tidak ada sedikit pun perasaan yang mengganjal dalam dirinya ketika berbaiat kepada Abu Bakar.

Tatkala Umar terbunuh, dia menyerahkan segala urusan dimusyawarahkan oleh enam orang di antara sepuluh shahabat yang dijanjikan masuk surga, dan salah satu dari mereka adalah Ali bin Abi Thalib. Ketika itu Ali bin Abi Thalib tidak mengingkari pendapat Umar, baik ketika hidup maupun setelah kematiannya.

Ali tidak mengatakan bahwa sesungguhnya dirinya orang yang paling berhak daripada mereka semua dalam memegang tampuk kekhalifahan.

Bagaimana mungkin seseorang diperbolehkan berdusta atas nama Rasulullah Sallallahu Alaihi wa Sallam, dengan mengatakan bahwa beliau Sallallahu Alaihi wa Sallam telah mewasiatkan kekhalifahan kepada Ali, padalah Ali sendiri tidak mengakui kekhalifahannya sepeninggal beliau dan tidak seorang pun dari shahabat menyatakan kekhalifahannya.

Semua shahabat sepakat akan absahnya kekhalifahan Abu Bakar, Umar, dan Utsman. Ali juga mengakui kekhalifahan mereka dan bekerja sama dengan mereka dalam berjihad, memecahkan permasalahan dan lain sebagainya.

Generasi kaum muslimin setelah para shahabat pun sepakat terhadap apa yang dilakukan pendahulu mereka.

Oleh karena itu, tidak boleh bagi seorang pun dan golongan manapun untuk menyatakan bahwa Ali adalah seorang yang diberikan wasiat kekhalifahan oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi wa Sallam dan menyatakan kekhalifahan sebelum Ali adalah batil.

Demikian juga, tidak boleh bagi seorang pun untuk mengatakan, bahwa para shahabat telah menzhalimi Ali dan mengambil haknya. Ini adalah pemikiran yang batil dan termasuk prasangka buruk terhadap para shahabat Rasulullah Sallallahu Alaihi wa Sallam yang mana Ali termasuk di dalamnya.

Sungguh, Allah Ta’ala telah membersihkan umat Muhammad ini dan menjaganya agar tidak sepakat dalam kesesatan. Sungguh benar apa yang dinyatakan Shallallahu Alaihi wa Sallam dalam hadits beliau yang berbunyi,

وَلاَ تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِيْ عَلَى الْحَقِّ مَنْصُوْرَةٌ

“Segolongan dari umatku yang berada dalam kebenaran, akan selalu mendapat pertolongan.” (HR. Al-Baihaqi dan Ath-Thabrani)

Dengan demikian, sangat mustahil umat Islam yang berada pada masa kemuliaan sepakat dalam hal kebatilan, yaitu masa kekhalifahan Abu Bakar, Umar dan Utsman.

Seorang yang beriman kepada Allah Ta’ala dan Hari Akhir tidak akan mengatakan bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam telah mewasiatkan kekhalifahan kepada Ali setelah beliau meninggal.[1]

—–

Link: http://www.fimadani.com/benarkah-rasulullah-sallallahu-alaihi-wa-sallam-mewasiatkan-kekhalifahan-kepada-ali/

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s