Studi Komparatif-Membongkar Sejarah, Andalusia Riwayatmu Kini – PART 4 (FINAL)

PART 1 : https://islamichroniclers.wordpress.com/2015/04/07/andalusia-riwayatmu-kini-1/
PART 2: https://islamichroniclers.wordpress.com/2015/04/14/andalusia-riwayatmu-kini-2/
PART 3: https://islamichroniclers.wordpress.com/2015/04/21/andalusia-riwayatmu-kini-3/

—–

Cerita singkat ini hanyalah contoh kecil dari lembaran sejarah manusia yang bersifat Normatif. APALAH ARTI SEBUAH SEJARAH? Kalimat itu ingin saya tanyakan ketika harus disandarkan dengan maraknya fenomena keagamaan di era global ini.

Bangkitnya pergerakan Islam di Asia Tenggara, kemenangan tipis kelompok Islam di Turki atas kubu sekuler dan militer, revolusi negara-negara Arab yang diawali di Tunisia tahun 2010 dan semakin menjamurnya pemeluk Islam di benua Eropa, Australia, Amerika, hingga Asia Timur pasca tragedi World Trade Center 2001. Semua telah terjadi walaupun propaganda barat dan media massa juga tidak kalah bangkit memberitakan berita negatif seputar dunia Islam; bahkan menggambarkan Islam di mata dunia sebagai agama yang ekstrim, sebagai contoh terbaru adalah kehadiran kontroversial dari ISIS di tahun 2013 yang mengatasnamakan pembela agama. Para ulama dunia sepakat kehadiran ISIS tidak mewakili umat Islam.

Ini semua menjadi akumulasi yang tidak terbantahkan perihal meluasnya cahaya Islam yang tidak dapat dibendung oleh kekuatan apapun dengan izin Allah Ta’ala, sama halnya seperti meluasnya cahaya Islam ke daratan Andalusia ratusan tahun silam, sesuai dengan beberapa firmannya:

  1. Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan- ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayaNya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai. (At-Taubah: 32)
  2. Dan siapakah yang lebih dzalim daripada orang yang mengada-adakan dusta terhadap Allah sedang dia diajak kepada Islam? Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang zalim (7). Mereka ingin memadamkan cahaya Allah dengan mulut (tipu daya) mereka, tetapi Allah (justru) menyempurnakan cahaya-Nya, walau orang-orang kafir membencinya.” (Ash Shaff: 7-8)
  3. Dan katakanlah: “Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap.” Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap. (Al Israa’: 81)
  4. Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. (Muhammad: 7)
  5. Dan sungguh telah Kami tulis didalam Zabur sesudah (Kami tulis dalam) Lauh Mahfuzh, bahwasanya bumi ini dipusakai hamba-hamba-Ku yang shali (Al-Anbiyaa’: 105)
  6. Barangsiapa yang menghendaki kemuliaan, maka bagi Allah-lah kemuliaan itu semuanya. Kepada-Nyalah naik perkataan-perkataan yang baik [kalimat tauhid] dan amal yang shalih dinaikkan-Nya. Dan orang-orang yang merencanakan kejahatan bagi mereka azab yang keras. Dan rencana jahat mereka akan hancur. (Faathir: 10).
  7. Dan barangsiapa mengambil Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman menjadi penolongnya, maka sesungguhnya pengikut (agama) Allah itulah yang pasti menang. (Al Maa’idah: 56)

Fakta menarik studi komparatif

Jaminan Allah ta’ala terhadap orang-orang yang menjaga budi pekerti secara utuh disertai keimanan bukan hanya berupa kejayaan dan kemenangan seperti pada ayat-ayat di atas, melainkan masih ada hadiah dan lebih dari sekadar jaminan yaitu janji-janji khusus untuk hamba-hambanya sebagai bukti kasih sayang Allah ta’ala.

Janji-janji ini telah di bingkai secara khusus di dalam surat:

1. An Nuur ayat 55 juz 18:

“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.”

Beberapa janji Allah ta’ala sangat jelas, di antaranya:

  1. Menjadi pemegang kepentingan. (Stakeholders)
  2. Dikuatkan agamanya (Strong in faith)
  3. Kenyamanan hidup (Comfort in life)

Untuk mendapatkan tiga point di atas ternyata tidak terlalu sulit, hanya butuh usaha lebih, Bahkan Allah ta’ala hanya memberikan satu syarat saja setelah iman dan amal shalih yaitu: Menyembah Allah ta’ala tanpa menyekutukannya dengan hal apapun.

2. An Nakhl ayat 97 juz 14:

“Barangsiapa yang mengerjakan amal shalih, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.’’

Ditekankan dalam ayat ini bahwa laki-laki atau perempuan dalam Islam mendapat pahala yang sama dan bahwa amal saleh harus disertai iman. Paling tidak ada dua point penting yang bisa kita ambil dalam ayat di atas, di antaranya:

  1. Ganjaran di dunia: Berupa kehidupan yang layak
  2. Ganjaran di akhirat: Kompensasi dari Allah ta’ala berupa pahala berlipat

Pelajaran berharga yang bisa didapat, di antaranya:

  1. Diskursus para elit acap kali menjadi faktor mendasar kehancuran suatu negri.
  2. Kecerobahan intelektual, kemiskinan, perpecahan adalah tanda awal dari runtuhnya suatu kejayaan.
  3. Keimanan disertai amal shalih akumulasi dari kebahagian dunia dan akhirat.
  4. Islam yang murni mesti berlandaskan pada dasar Ilmu Pengetahuan yang valid, dan Ilmu Pengetahuan yang sejati selalu mengantarkan kepada kebenaran Islam yang universal.
  5. Ajaran Islam senantiasa menawarkan pesan kedamaian dan kasih sayang bagi semesta.
  6. Sejatinya cahaya kebenaran tidak dapat dibendung oleh kekuatan apapun, karena Allah ta’ala yang senantiasa menyempurnakannya.
  7. Manuver para ambisius yang bersifat tidak sehat, menghalalkan segala cara, memaksakan persepsi, cenderung berapriori terhadap lawan politiknya dapat mematikan hati nurani dan akal sehat.
  8. Kejayaan dan kemunduran suatu kaum terjadi atas izin Allah ta’ala.
  9. Seyogyanya seorang muslim sejati tidak pernah bosan dalam mencari kebenaran, apalagi dalam menyiarkannya. Karena ruang, jarak, dan dinding waktu bisa ditembus dengan kesungguhan niat yang semata-mata karena Allah ta’ala seperti masuknya cahaya kebenaran ke daratan Andalusia melalui para pejuang Islam terdahulu.
  10. Niat adalah hal terpenting dalam melakukan suatu aksi, karena dari situlah berawal segala sesuatunya.
  11. Kasih sayang Allah ta’ala terhadap orang-orang yang beriman dan beramal soleh begitu besar.
  12. Persatuan adalah hal terpenting dalam suatu Negara.
  13. Sifat fanatik yang berlebihan dan tidak mendasar adalah hal yang terbantahkan, karena akan menimbulkan perbedaan yang tidak normal.
  14. Hal tersulit daripada memperoleh kemenangan adalah mempertahankannya.
  15. Keteladan para pejuang Islam terdahulu bisa menjadi teladan dalam menghadapi segala tantangan di era globalisasi dan motivator terbaik bagi umat Islam.
  16. Sejatinya hidup adalah perjuangan tanpa henti. Karena dengan itulah hidup akan terasa lebih bermakna.
  17. Konsisten adalah karakter dari orang-orang yang berjiwa besar.
  18. Tiada keberhasilan yang berarti kecuali didapat setelah bersusah payah.
  19. Allah ta’ala sedikitpun tidak akan menyia-nyiakan amal baik kita walaupun baru tersimpan di dalam hati dan terlintas di pikiran seorang muslim/muslimah.
  20. Sebagai penutup catatan ringan ini, segala sesuatunya Allah ta’ala ciptakan dengan keseimbangan:
    1. Suatu kejayaan atau kemenangan terjadi seiring dengan kesabaran dan kesungguhan.
    2. Sebuah jalan keluar terjadi seiring dengan cobaan, rintangan, gesekan, halangan, dan benda-benda mati lainnya.
    3. Kemudahan terjadi seiring dengan kesulitan.

(Catatan ringan ini didedikasikan untuk seluruh umat Islam dan para pengagum akan sejarah Islam di Andalusia)

—–

Link: http://www.dakwatuna.com/2014/10/30/59198/studi-komparatif-membongkar-sejarah-andalusia-riwayatmu-kini/

Written by: Guntara Nugraha Adiana Poetra, Lc. MA

Bibliography: 

  1. Al Qur’an Al Karim
  2. Sirah Nabawiyah
  3. Data kolektif via online (Tarikh El Andalus)
  4. Diktat Universitas Al-Azhar, Cairo (Milal Wa Nihal-Tarikh Bani Israil)
  5. Analisa personal.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s