Studi Komparatif-Membongkar Sejarah, Andalusia Riwayatmu Kini – PART 2

PART 1 : https://islamichroniclers.wordpress.com/2015/04/07/andalusia-riwayatmu-kini-1/

—–

Pada 755 Masehi, Abdurrahman, keturunan Keluarga Dinasti Umayyah (661-750 Masehi) yang lolos dari kejaran penguasa Abbasiyah, tiba di Spanyol. Perebutan kekuasaan dan persaingan tidak sehat menjadi isu sensitif kala itu karena ulah para elit dalam memperebutkan kursi panas dan puncak jabatan serta pembagian kavling kekuasaan.

Abdurrahman Ad-Dakhil, demikian orang-orang menjulukinya. Ia membangun Masjid Cordoba, dan menjadi penguasa tunggal di Andalusia dengan gelar Amir. Keturunannya melanjutkan kekuasaan itu sampai 912 Masehi. Kalangan Kristen sempat mengobarkan perlawanan “untuk mencari kematian” (martyrdom). Namun Dinasti Umayyah di Andalusia ini mampu mengatasi tantangan itu.

Abdurrahman kemudian menjadikan Andalusia sebagai pusat ilmu terpenting di daratan Eropa. Pada 912, tersiar kabar bahwa khalifah Abbasiyah di Baghdad tewas dibunuh, Ia lalu menggunakan gelar khalifah dan mendirikan Universitas Cordoba dengan perpustakaan berisi ratusan ribu buku. Dalam catatan ini jika kita komparatifkan antara dinasti Umayyah dan Abbasiyyah, dinasti yang berusia paling panjang dalam sejarah Islam adalah Abbasiyyah (750-1258 Masehi).

Hal demikian dilanjutkan oleh Khalifah Hakam. Pusat-pusat studi dibanjiri ribuan pelajar, Islam maupun Kristen, dari berbagai wilayah. Ladang-ladang pertanian Andalusia tumbuh dengan subur mengadopsi kebun-kebun dari wilayah Islam lainnya. Sistem hidraulik untuk pengairan dikenalkan. Andalusia inilah yang mendorong era pencerahan atau renaissance yang berkembang di Italia dan Negara-negara di Eropa umumnya. Bahkan ilmu-ilmu modern pun bermunculan di era Andalusia ini seperti Matematika, Fisika, Astronomi, dan disiplin ilmu lainnya.

Islam dan Ilmu Pengetahuan pada hakekatnya adalah ibarat dua muka dari sebuah koin. Islam yang murni mesti berlandaskan pada dasar Ilmu Pengetahuan yang valid, dan Ilmu Pengetahuan yang sejati selalu mengantarkan kepada kebenaran Islam yang universal. Bahkan tokoh barat Dr. Maurice Bucaille menambahkan perihal kitab suci Umat Islam di dalam La Bible, le Coran et la Science (1976): Al Qur’an sangat konsisten dengan ilmu pengetahuan dan sains, namun bahwa Alkitab atau Bibel tidak konsisten dan penurunannya bisa diragukan.

Setelah Andalusia ada di puncak keemasan, munculah fase kemunduran dan kekacauan. Diskursus para elit menjadi salah satu faktor utama dan terjadi setelah Hakam wafat, setelah itu kendali dipegang Manshur Billah seorang ambisius yang menghabisi teman maupun lawan-lawannya dengan menghalalkan segala cara. Kebencian masyarakat, baik Islam maupun Kristen mencuat. Situasi tak terkendalikan lagi setelah Manshur Billah wafat. Pada 1013, Dewan Menteri menghapuskan jabatan khalifah. Akhrinya Andalusia terpecah-pecah menjadi sekitar 30 negara kota.

Dua kekuatan dari negeri seribu benteng Maroko sempat menyatukan kembali seluruh wilayah itu. Pertama adalah Dinasti Murabithun (1086-1143) yang berpusat di Marrakech yaitu tempat yang dijuluki si Kota Merah karena bangunan dan rumah penduduknya banyak mengenakan cat berwarna merah.

Pasukan Murabithun datang untuk membantu kalangan Islam melawan Kerajaan Castile. Mereka memutuskan untuk menguasai Andalusia setelah melihat Islam terpecah-belah. Dinasti Muwahiddun, yang menggantikan kekuasaan Murabithun di Afrika Utara, kemudian juga melanjutkan kepemimpinan Islam di Andalusia (1146-1235). Di masa ini, hidup seorang pemikir besar yang banyak menafsirkan naskah Aristoteles yaitu Ibnu Rushdi (filsafat). Ada juga ilmuan-ilmuan lainnya yang mempunyai pengaruh besar terhadap peradaban manusia seperti: al-Qurthubi, Qadhi Iyadl (Tafsir), Ibnu Abdil Barr (Hadits), Ibnu Khaldun (ilmu sosial), Ibnu Arabi (Tasawuf), Sahnun, Ibnu Hazm (Fiqh), as-Shathibi (Maqashid), dan lain-lain.

Episode akhir sejarah Islam di Andalusia

Pada 1238 Cordoba jatuh ke tangan Kristen, lalu Seville pada 1248 dan akhirnya seluruh Spanyol. Hanya Granada yang bertahan di bawah kekuasaan Bani Ahmar (1232-1492). Kepemimpinan Islam masih berlangsung sampai Abu Abdullah. Kemudian dia meminta bantuan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella untuk merebut kekuasaan dari ayahnya. Abu Abdullah sempat naik tahta setelah ayahnya terbunuh. Namun Ferdinand dan Isabella kemudian menikah dan menyatukan kedua kerajaan. Mereka kemudian menggempur kekuatan Abu Abdullah untuk mengakhiri masa kepemimpinan Islam sama sekali di bawah kekuasaan raja dan ratu Katolik tersebut.

Sejak itulah, seluruh pemeluk Islam juga Yahudi, dikejar-kejar untuk dihabisi sama sekali atau berpindah agama. Mega proyek Imperium Kristus dengan hegemoninya terhadap pemeluk Islam itu dibawa oleh pasukan Spanyol yang beberapa tahun kemudian menjelajah hingga kawasan Asia Tenggara tepatnya di Filipina. Kesultanan Islam di Manila pun mereka bumi hanguskan hingga seluruh kerabat Sultan mereka perangi.

Alhasil memasuki abad ke-16, Tanah Andalusia yang selama delapan Abad dalam naungan Islam kemudian bersih sama sekali dari keberadaan Muslimin setelah ekspansi besar-besaran para penguasa barat dengan imperium Kristusnya merebut Andalusia dengan mengakhiri cerita pada Tragedi Granada, dimana Umat Islam ketika itu dihabisi dengan kejam tanpa belas kasihan.

Cemerlangnya cerita Andalusia sebenarnya bukan hal baru, termasuk perpecahan dan kemunduran pasca kejayaan. Berkaca ribuan tahun silam kepada Bani Israil yang bisa kita jadikan contoh relevan untuk dijadikan pelajaran berharga.

—–

TO BE CONTINUED

—–

Link: http://www.dakwatuna.com/2014/10/30/59198/studi-komparatif-membongkar-sejarah-andalusia-riwayatmu-kini/

Written by: Guntara Nugraha Adiana Poetra, Lc. MA

Advertisements

2 thoughts on “Studi Komparatif-Membongkar Sejarah, Andalusia Riwayatmu Kini – PART 2

  1. Pingback: Studi Komparatif-Membongkar Sejarah, Andalusia Riwayatmu Kini – PART 3 | The Masjid Chroniclers

  2. Pingback: Studi Komparatif-Membongkar Sejarah, Andalusia Riwayatmu Kini – PART 4 (FINAL) | The Masjid Chroniclers

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s