Studi Komparatif-Membongkar Sejarah, Andalusia Riwayatmu Kini – PART 1

Sebenarnya ini cerita klasik yang sering terlupakan seiring dengan perkembangan zaman. Andalusia atau Spanyol saat ini lebih dikenal dengan kompetisi La Liganya, belum lagi di tahun 2010 Spanyol berhasil menjadi Juara Dunia untuk kali pertama. Spontan kisah Andalusia bisa lebih terkikis, alhasil dunia bola lebih sering dibincangkan oleh publik ketimbang keberhasilan Islam mewarnai Spanyol ratusan tahun silam.

Rasa penasaran menggiring hati ini untuk menyelami peradaban dan sejarah Islam lebih dalam, berawal dari perjalanan saya pada tahun 2010 meninggalkan ibu pertiwi menuju negeri di benua Afrika yaitu Maroko untuk melanjutkan program Master pada Studi Islam sambil mengikuti kilas balik sejarah.

Walaupun selat menjadi pemisah di antara keduanya, dari kota Tangier di Utara Maroko terlihat dengan jelas nuansa Andalusia yang terpisah sekitar 14 KM, kendati dipisahkan oleh jarak bukan menjadi penghalang untuk saya me-recover sejarah dan peradaban Islam di Andalusia yang kini menjadi warisan bersama umat Islam terutama bagi mereka yang tinggal di kawasan Afrika Utara meliputi Maroko, Aljazair, Tunisia, Libya dan Mauritania.

Jika kita bicara soal peradaban, jauh sebelum Andalusia, sebenarnya sudah ada yang mengisi lembaran sejarah di muka bumi. Berawal dari sejarah Peradaban Mesopotamia: 6000 SM – 1100 SM, Peradaban Mesir: 4000 SM – 343 M, Peradaban Yunani: 750 SM – 146 SM, Peradaban Romawi: 753 SM – 1453 M, kemudian Peradaban Islam: 622 M – 1924 M. Itulah rangkaian singkat dari masa-masa peradaban.

Sejarah tidak banyak mencatat perihal keakuratan fase-fase sebelum peradaban Islam, karena belum adanya sistem sanad sebagai salah satu metode menjaga keaslian sejarah agar manusia tidak berkata sesukanya. Bahkan sebelum Peradaban Islam, terjadilah masa kegelapan (The Dark Age) yang berlangsung hingga ratusan tahun sampai akhirnya diutus suri tauladan untuk menyempurnakan Akhlaq dan menjadi revolusi besar akan peradaban manusia menuju masyarakat madani (Civil Society) di bawah komando Rasulullah SAW.

Setelah itu ajaran Islam sebagai ideologi yang lurus mulai berkembang ke berbagai penjuru, di antaranya: negara-negara Arab, teluk, daratan Afrika Utara, Andalusia, dan belahan dunia lainnya. Islam menyentuh dunia termasuk Andalusia dengan bahasa perubahan yang bermakna yaitu memanusiakan manusia dengan risalahnya yang jelas berupa ajaran Tauhid dan nilai-nilai luhur budi pekerti. Di masa-masa inilah Islam pernah mengukir prestasi di daratan Eropa terhitung dari tahun 711-1492 M.

Sambil mengkaji artikel singkat ini, sejenak mari kita bayangkan fakta sejarah 13 abad silam. Bacalah secara perlahan dan di akhir tulisan kita bisa sama-sama mengambil pelajaran untuk dibandingkan dengan fakta di abad ke-21, sambil merenungkan sejenak cerita dari pejuang Islam Thariq bin Ziyad yang dengan menggeloranya beliau membakar semangat pasukan Islam. Kurang lebih sebanyak 7.000 prajurit dipimpinnya, mereka berasal dari suku Barbar (suku asli penduduk Maroko/Afrika Utara) dan Arab. Mereka telah selamat dan tiba di dataran Andalusia. Mereka telah mengarungi selat yang memisahkan tanah Maroko di Afrika Utara dengan Eropa itu. Tanpa ragu sedikit pun Thariq memerintahkan untuk membakar kapal-kapalnya. Pilihannya jelas: terus maju untuk kejayaan Islam atau mati terhormat.

Pada cerita ini ada hal yang menarik yaitu soal pembakaran perahu yang diperintahkah oleh Thariq, disini terdapat perbedaan pendapat dikalangan sejarawan. Pada cerita lain dikisahkan atau ditulis secara umum, Thariq bin Ziyad tidak mungkin membakar perahu-perahu itu, dengan berbagai alasan:

  1. Umat Muslim dilarang untuk merusak barang yang masih bagus dan berguna
  2. Thariq tidak mungkin merusak barang yang bukan miliknya. Karena perahu-perahu tersebut adalah milik tuan-nya (Musa). Apalagi pada perahu-perahu itu juga ada sumbangan dari pihak Andalusia yang tertekan dan minta bantuan.

Adapun untuk kebenaran sejarah lebih lanjut kita butuh pembahasan lebih dalam dan intensif perihal keakuratan cerita dari sejarah Islam di Andalusia ratusan tahun silam.

Peristiwa di tahun 711 Masehi itu mengawali masa-masa Islam di Andalusia. Pasukan Thariq sebenarnya bukan misi pertama dari kalangan Islam yang menginjakkan kaki disana. Sebelumnya, Gubernur Musa Ibnu Nushair telah mengirimkan pasukan yang dikomandani Tharif bin Malik dan sukses dalam mengemban amanatnya. Maka tak heran di Spanyol kini ada daerah bernama Tarifa sebagai salah satu bukti peninggalan peradaban Islam yang diambil dari seorang komando bernama Tharif bin Malik.

Kesuksesan itu mendorong Musa mengirim Thariq. Saat itu, seluruh wilayah Islam masih menyatu di bawah kepemimpinan Khalifah Al-Walid dari Bani Umayah tanpa intervensi sedikitpun dari Bani Abbasiyah yang berpusat di Baghdad ketika itu. Hal ini yang akan menjadikan prestasi tersendiri bagi dinasti Umayah dengan menguasai Andalusia.

Thariq pun mencatat sukses seperti pendahulunya Tharif. Ia mengalahkan pasukan Raja Roderick di Bakkah dengan membawa risalah keIslaman tanpa paksaan untuk berpindah agama. Sejatinya tujuan mereka berperang bukanlah untuk memaksakan penduduk Andalusia memeluk Islam, akan tetapi melawan ketidakadilan dan kesewenang-wenangan Imperium Barat. Jika kita komparasikan maka sama halnya seperti perang antara pasukan Islam dengan pasukan Romawi yang menjadi adikuasa di zaman Rasulullah SAW.

Setelah itu Thariq maju untuk merebut kota-kota seperti Granada, Cordoba dan Toledo yang saat itu menjadi ibukota kerajaan Gothik. Ketika merebut Toledo, Thariq diperkuat dengan 5.000 orang tentara tambahan yang dikirim Musa.

Akhrinya Thariq sukses. Bukit-bukit di pantai tempat pendaratannya lalu dinamai Jabal Thariq, yang kemudian lebih dikenal dengan sebutan Gibraltar hingga sekarang. Musa bahkan ikut menyebrang untuk memimpin sendiri pasukannya. Ia berhasil merebut wilayah Seville dan mengalahkan Penguasa Gothic, Theodomir. Musa dan Thariq lalu bahu-membahu menguasai seluruh wilayah Spanyol selatan.

—–

TO BE CONTINUED

—–

Link: http://www.dakwatuna.com/2014/10/30/59198/studi-komparatif-membongkar-sejarah-andalusia-riwayatmu-kini/

Written by: Guntara Nugraha Adiana Poetra, Lc. MA

Advertisements

3 thoughts on “Studi Komparatif-Membongkar Sejarah, Andalusia Riwayatmu Kini – PART 1

  1. Pingback: Studi Komparatif-Membongkar Sejarah, Andalusia Riwayatmu Kini – PART 2 | The Masjid Chroniclers

  2. Pingback: Studi Komparatif-Membongkar Sejarah, Andalusia Riwayatmu Kini – PART 3 | The Masjid Chroniclers

  3. Pingback: Studi Komparatif-Membongkar Sejarah, Andalusia Riwayatmu Kini – PART 4 (FINAL) | The Masjid Chroniclers

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s