Masyarakat Tauhid Sebagai Masyarakat Alternatif – PART 1/2 (via Islampos)

Masyarakat dalam Terminologi

Berangkat dari sekumpulan individu-individu yang menetap pada satu daerah dan membentuk sebuah sistem, suatu masyarakat itu muncul dan ada. Di mana di dalam sistem itu terjadi suatu jaringan hubungan-hubungan antar entitas-entitas. Masyarakat juga bisa diartikan sebuah komunitas yang interdependen (saling tergantung satu sama lain). Kata “masyarakat” sendiri berakar dari kata dalam bahasa Arab, yaitu musyarak.

Masyarakat bisa pula diartikan sebagaimana pendapat Syaikh Taqiyuddin An-Nabhani, bahwa sekelompok manusia dapat dikatakan sebagai sebuah masyarakat apabila memiliki pemikiran, perasaan, serta sistem/aturan yang sama. Dengan kesamaan-kesamaan tersebut, manusia kemudian berinteraksi sesama mereka berdasarkan kemaslahatan.

Atau bisa juga dengan meminjam artian masyarakat dari Ibnu Khaldun, yaitu masyarakat sebagai sekumpulan manusia yang berkontribusi dalam menjalankan aktivitasnya sebagai penggerak di bumi ini. Di mana sekumpulan manusia ini, mempunyai peranan penting dalam mengakumulasikan menjadi sebuah kumpulan atau negara yang makmur.

Konsepsi Masyarakat Tauhid Sebagai Alternatif

Berbicara mengenai masyarakat tak akan pernah lepas dari unsur pembentuknya seperti apa yang telah disebutkan di atas, yaitu individu atau manusianya. Memulai langkah pembentukan masyarakat yang di awali melalui pembinaan individu haruslah ditempuh dengan langakah awal yang benar. Sebab mengawali pembinaan individu dengan langkah yang benar akan mengokohkan pondasi dari sebuah masyarakat yang akan dibangun.

Pembangunan masyarakat alternatif adalah pembentukan realitas alternatif yang lebih baik dari sebuah tatanan masyarakat yang tegak di tengah-tengah masyarakat yang telah ada. Sebagai bentuk dari cara meninggalkan dan menjadikan tidak relevannya realitas buruk yang ada pada masyarakat saat ini. Maka dari itu diperlukan pembinaan individu-individu yang mengarah pada satu kesatuan. Yaitu pembinaan individu yang akan melahirkan manusia-manusia tauhid. Sebab hanya manusia tauhid yang memiliki kesatuan pandangan hidup, yaitu pandangan hidup tauhid.

Pandangan hidup tauhid ini tentu bukan saja hanya mengesakan Allah seperti diyakini oleh kaum monoteis, melainkan juga meyakini kesatuan pencipta (unity of creation), kesatuan kemanusiaan (unity of mankind), kesatuan tuntunan hidup (unity of quidance), kesatuan tujuan hidup (unity of purpose of life), dan kesatuan eksistensi (tauhidul wujud). Yang semua ini merupakan derivasi dari kesatuan Ketuhanan (unity of Godhead) yaitu Allah azza wa jalla.

—–

To be continued

—–

Written by: Muhammad Syihabulhaq, Pegiat Masyarakat Persaudaraan Muslim Indonesia (MPMI) dan Anggota PD KAMMI Sumedang

Taken from: https://www.islampos.com/masyarakat-tauhid-sebagai-masyarakat-alternatif-1-155707/

Advertisements

One thought on “Masyarakat Tauhid Sebagai Masyarakat Alternatif – PART 1/2 (via Islampos)

  1. Pingback: Masyarakat Tauhid Sebagai Masyarakat Alternatif – PART 2/2 (via Islampos) | The Masjid Chroniclers

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s