Perayaan Natal dan Tahun Baru, Ini Sikap MIUMI Aceh – PART 1/2 (via Islampos)

Sehubungan dengan menjelang hari natal dan tahun baru Masehi dan fenomena sebahagian umat Islam yang ikut-ikutan merayakan keduanya. Sebagaimana terlihat dari perilaku sebahagian umat Islam yang mengenakan atribut natal, menghadiri natal dan ikut memberi ucapan selamat natal serta menyambut/ merayakan tahun baru dengan meniup terompet, membakar mercon, kembang api dan lilin, dan sebagainya pada setiap tahunnya. Dan sebagai wujud kepedulian MIUMI terhadap persoalan agama dan umat, maka Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) provinsi Aceh perlu memberi sikap dan penjelasan hukum persoalan tersebut kepada umat Islam.

Adapun sikap MIUMI Aceh terhadap perayaan natal dan tahun baru yang dilakukan oleh sebahagian umat Islam di Indonesia dan penjelasan hukum perayaan tersebut sebagai berikut:

Pertama: MIUMI Aceh sangat menyayangkan fenomena perayaan natal dan tahun baru Masehi yang dilakukan oleh sebahagian umat Islam. Perayaan natal dan tahun baru Masehi sama saja meniru/ mengikuti hari raya/ ritual agama kafir. Tentu hal ini bertentangan dengan ajaran Islam. Terlebih lagi persoalan ini menyangkut persoalan akidah yang tidak boleh dicampuradukkan antara kebenaran agama Islam dengan kesyirikan dan kebatilan agama selain Islam.

Oleh karena itu, MIUMI Aceh menghimbau agar umat Islam tidak merayakan natal, baik dengan cara mengenakan atribut natal, menghadiri natal, ikut memberi ucapan selamat natal dan sebagainya. Begitu pula tidak menyambut/ merayakan tahun baru dengan cara apapun, baik dengan meniup terompet, membakar mercon, kembang api dan lilin, dan sebagainya.

Kedua: Merayakan natal dan tahun baru Masehi itu bertentangan dengan Islam, maka haram hukumnya. Inilah fatwa para ulama sedunia. Alasannya yaitu:

1. Allah SWT melarang kita mengikuti/ meniru hari raya dan ritual agama selain Islam. Di antara ayat-ayat al-Quran yang melarang dan mengecam tersebut yaitu:

a. Allah SWT berfirman, “Janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui. Karena pendengaran, penglihatan dan hati nurani, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya,” (QS. Al-Isra: 36).

b. Allah SWT berfirman, “Dan orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan rela kepadamu (Muhammad) sebelum engkau mengikuti agama mereka. Katakanlah, ‘Sesungguhnya petunjuk Allah SWT itulah petunjuk (yang sebenarnya).’ Dan jika engkau mengikuti keinginan mereka setelah ilmu (kebenaran) sampai kepadamu, tidak akan ada bagi pelindung dan penolong dari Allah,” (QS. Al-Baqarah: 120).

c. Allah SWT berfirman, “Kamu tidak mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya,” (QS. Al-Mujadalah: 22).

d. Allah SWT berfirman, “Dan janganlah kamu campuradukkan kebenaran dengan kebatilan dan (janganlah) kamu sembunyikan kebenaran, sedangkan kamu mengetahuinya,” (QS. Al-Baqarah: 42).

e. Allah SWT berfirman, “Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan syirik, mereka itulah orang-orang yang mendapat rasa aman dan mereka mendapat petunjuk,” (QS. Al-An’am: 82).

f. Allah SWT berfirman, “Untukmu agamamu, dan untukku agamaku,” (QS. Al-Kafirun: 6).

2. Natal itu merupakan bagian ritual/ peribadatan dalam agama Kristen untuk memperingati hari kelahiran Yesus Kristus. Yang diyakini sebagai salah Tuhan dari tiga Tuhan dalam ajaran trinitas agama Kristen. Adapun perayaan tahun baru merupakan ritual/ peribadatan agama Romawi kuno dalam rangka mengkultuskan Dewa Janus. Yang diyakini memiliki dua wajah yaitu satu wajah menatap ke depan dan satu wajah lagi menatap ke belakang, sebagai filosofi masa depan dan masa lalu layaknya moment pergantian tahun baru. Penamaan Januari sendiri diambil dari nama Janus. Maka, peringatan/ perayaan natal dan tahun baru Masehi bukan ajaran Islam.

—–

TO BE CONTINUED

—–

Taken from: http://www.islampos.com/perayaan-natal-dan-tahun-baru-ini-sikap-miumi-aceh-1-154031/

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s