—–

Melanjutkan artikel sebelumnya yang membahas asal muasal Perang Dunia I dan pengaruhnya terhadap dunia Islam hingga saat ini, kini saatnya untuk sedikit memaparkan secara garis besar mengenai bagaimana andil kelompok Zionis di masa Perang Besar dalam menentukan apa yang terjadi di Palestina.

Seperti yang terlah dibahas, pemerintah Inggris yang saat itu tengah berperang dengan Utsmaniyyah, mendapatkan kemajuan luar biasa pada front Timur Tengah-nya dan kini telah mendapatkan wilayah yang sangat luas, termasuk diantaranya adalah Palestina. Dalam perjalanannya untuk memperluas wilayah kekuasaannya, Inggris telah melakukan berbagai macam tipu daya dan mengadakan perjanjian ganda diantara mereka dengan bangsa Arab serta diantara mereka dan pihak Sekutu dalam merumuskan pembagian wilayah pasca perang nantinya.

Namun banyak diantara umat Islam saat itu tidak mengetahui adanya satu kepentingan lainnya yang kelak berakibat bertahun-tahun penderitaan saudara-saudara kita di Palestina dan seluruh dunia hingga kini. Adalah usaha kelompok Zionis yang berbasis di Eropa untuk melobi kepentingan mereka dalam rangka mendirikan Negara Israel dengan pemerintah Inggris.

Gerakan Zionisme yang memulai pergerakannya dengan agresif sejak akhir abad 19 telah memulai lobinya dengan membujuk Sultan Abdul Hamid II untuk membeli Palestina dari kekuasaan Utsmaniyyah. Dengan perkataannya yang terkenal, Sultan Abdul Hamid menyerukan kepada duta Zionis saat itu yaitu Theodor Herzl sebagai berikut:

“Meskipun engkau memberikan kepada kami emas dari seluruh dunia, termasuk 150 juta pound yang kautawarkan ini, niscaya aku tidak akan pernah menerimanya! Saya telah mengabdi pada negara Islam dan umat Nabi Muhammad SAW selama lebih dari 30 tahun dan tidak pernah sebelumnya saya mencemarkan tinta sejarah umat Muslim, termasuk para ayah dan leluhur saya – para sultan dan khalifah dari Utsmaniyyah.

Tidak, saya tidak akan pernah menerima penawaran anda.”

Kita harus bersyukur pada integritas yang dimiliki sang sultan, namun rupanya di tangan para penerusnya, Kekhilafahan semakin terjerumus pada kemunduran dan kelemahan sehingga akhirnya Palestina-pun jatuh. Seolah mendapatkan kesempatan yang telah lama dinantikan, para pelobi Zionis berhasil meyakinkan parlemen Inggris untuk memberikan tanah Palestina kepada mereka.

Ini disebabkan karena ketergantungan pasukan Sekutu terhadap bahan industri yang disebut dengan acetone. Bahan ini merupakan unsur utama untuk industri persenjataan Sekutu dalam menghadapi Jerman dan industri penghasil bahan ini dimiliki Chaim Weizmann yang notabene adalah salah satu pemimpin tertinggi Zionis di Inggris.

Weizmann yang merupakan jutawan ternama, menolak untuk diberikan imbalan berupa harta dan alih-alih meminta tanah Palestina pasca Perang Dunia I kelak berakhir. Herannya usaha para Zionis ini sempat mendapatkan perlawanan dari Edwin Montagu, seorang anggota parlemen Inggris yang juga merupakan penganut agama Yahudi. Menurutnya usaha Zionis ini akan merusak hubungan baik antara Yahudi dan Islam yang selama ini terbina dan beliau sangat menentang upaya pendirian negara Israel di sana.

Pada momen ini, Yasir Qadhi menjelaskan kembali bahwa yang semestinya kita tentang bersama-sama adalah faham Zionisme yang jelas-jelas rasis dan berniat mencederakan hubungan baik kita dengan kaum Yahudi. Dikarenakan stigma yang sudah berjalan selama bertahun-tahun akibat kejahatan perang yang dilakukan para Zionis, maka umat Islam sudah seolah menyamaratakan Yahudi sebagai Zionis. Inilah yang semestinya kita hindarkan.

Perlawanan terhadap Zionisme harus tetap dikobarkan namun kita juga tidak boleh lupa dengan upaya kritik yang sangat vokal juga dari para penganut Yahudi akan faham Zionisme ini. Bahkan mereka merupakan para kritik yang lebih efisien dari kita umat Muslim di seluruh dunia.

Kembali ke cerita Perang Dunia I, akhirnya parlemen Inggris memutuskan untuk memberikan hak kepemilikan Palestina kepada para Zionis ini dan bahkan pejabat tinggi pemerintah Inggris, Arthur James Balfour sendiri memberikan persetujuannya kepada Baron Rothschild yang merupakan dalang di belakang ini semua.

Maka tuntaslah semua persyaratan yang dibutuhkan agar para Zionis bisa menduduki tanah Palestina kita. Meskipun pasca perang tuntutan ini sempat dipermasalahkan dan diselidiki oleh Amerika Serikat yang herannya pada saat itu masih bisa objektif, akhirnya dikesampingkan begitu saja. Para warga Yahudi di belahan dunia Barat-pun sebetulnya menentang usaha ini dan sebagian terus berjalan hingga hari ini.

Beralih pada bangsa Arab yang mengkhianati Kekhilafahan, rupa-rupanya kesepakatan mereka dengan Sekutu berhasil dikendalikan sedemikian rupa sehingga anak-anak dari Sharif Mekkah berhasil mendapatkan jatah mereka masing-masing, namun tentunya Khilafah baru tidak pernah hadir kembali di tengah-tengah masyarakat Islam di Timur Tengah.

Hegemoni dinasti Shariff Mekkah inipun berakhir tragis dimana jazirah Arab akhirnya dikuasai keluarga Saud dan anak dari Shariff yang berkuasa di Irak malah dikudeta dan dibantai. Yang tersisa adalah rezim boneka Yordania yang hingga kini masih bertahan. Meskipun klaim semulanya adalah wilayah Trans-Jordan yang meliputi Palestina, namun Inggris akhirnya memberikan itu kepada para Zionis.

Maka lengkap sudah kejatuhan Kekhilafahan serta umat Islam dan hingga kini kita sendiri merasakan akibat dari kegetiran tersebut. Umat kita dikalahkan, dipermalukan, dan di-nasionalisme-kan sebagai hasil akhirnya. Kini kita terpecah menjadi sekian puluh negara dan tidak ada satupun yang memiliki taji untuk membela kepentingan umat seperti layaknya para khalifah kita terdahulu.

Namun yakinlah bahwa kelak Khilafah akan berdiri kembali dan Islam kembali menjadi kekuatan pemersatu dan pemberi kesejahteraan bagi seluruh umat manusia di muka bumi.

—–

Summarized by: Rian Farisa – @pokamamil

Video by: Dr. Yasir Qadhi

Images are taken from various sources

Advertisements

Da’wah Summary: 1914 – The Shaping of the Modern Muslim World – PART 2/2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s