Detik-detik Keruntuhan Khilafah – PART 2/2 (via Islampos)

Keruntuhan Khalifah 490x326 Detik detik Keruntuhan Khilafah (2   Habis)

Continued from:
https://islamichroniclers.wordpress.com/2014/12/04/detik-detik-keruntuhan-khilafah-1/

—–

Situasi ini lalu dimanfaatkan oleh Mustafa Kemal Pasha untuk membentuk Dewan Perwakilan Nasional— dimana ia menobatkan diri sebagai ketuanya. Sehingga terciptalah dua pemerintahan saat itu yaitu pemerintahan khilafah di Istanbul dan pemerintahan Dewan Perwakilan Nasional di Ankara.

Walau kedudukannya bertambah kuat, Mustafa Kemal Pasha belum berani membubarkan khilafah. Dewan Perwakilan Nasional hanya mengusulkan konsep yang memisahkan khilafah dengan pemerintahan. Namun setelah perdebatan panjang di Dewan Perwakilan Nasional, konsep inipun lalu ditolak.

Pengusulnya pun mencari alasan membubarkan Dewan Perwakilan Nasional dengan melibatkannya dalam berbagai kasus pertumpahan darah. Setelah memuncaknya krisis, Dewan Perwakilan Nasional ini diusulkan agar mengangkat Mustafa Kemal Pasha sebagai ketua parlemen yang diharapkan bisa menyelesaikan krisis ini.

Setelah resmi dipilih jadi ketua parlemen, Pasha mengumumkan kebijakannya, yaitu mengubah sistem khilafah dengan republik yang dipimpin seorang presiden yang dipilih lewat Pemilu. Tanggal 29 November 1923, ia dipilih parlemen sebagai presiden pertama Turki. Namun ambisinya untuk membubarkan khilafah yang saat itu telah lemah dan digerogoti korupsi tetap terintangi. Ia dianggap murtad dan beberapa kelompok pendukung Sultan Abdul Mecid II terus berusaha mendukung pemerintahannya.

Ancaman ini tak menyurutkan langkah Mustafa Kemal Pasha. Malahan, ia menyerang balik dengan taktik politik dan pemikirannya yang menyebut bahwa penentang sistem republik ialah pengkhianat bangsa dan ia kemudian melakukan beberapa langkah kontroversial untuk mempertahankan sistem pemerintahannya. Misalnya, Khalifah digambarkan sebagai sekutu asing yang harus dienyahkan.

Setelah suasana negara kondusif, Mustafa Kemal Pasha mengadakan sidang Dewan Perwakilan Nasional (yang kemudian disebut dengan “Kepresidenan Urusan Agama” atau sering disebut dengan “Diyaniah”).

Pada tanggal 3 Maret 1924, ia memecat khalifah sekaligus membubarkan sistem kekhalifahan dan menghapuskan hukum Islam dari negara. Ia lalu mengajukan UU yang menghapuskan khalifah selamanya dan mendirikan negara Turki sekuler. Dengan membungkam dan mengancam para penentangnya, ia berhasil menggolkan UU tersebut dan khalifah sekeluarga diasingkan ke Swiss. Hal inilah yang kemudian dianggap sebagai keruntuhan kekhalifahan Islam.

Setelah menjadi diktator absolut, rakyat Turki terpaksa menerima reformasi anti-Islam. Mereka dilarang berkopiah Turki dan berjilbab, wajib berbusana Eropa, memakai aksara Latin, kalender Masehi, dan hari Minggu sebagai hari libur. Ribuan ulama dan pengikutnya rela berkorban jiwa daripada menerima kehancuran segala hal yang disucikan.

Mustafa Kemal menetapkan agar tiap warga Turki mencantumkan nama keluarganya seperti masyarakat Eropa dan Amerika. Ia juga memilih menggunakan nama “Ataturk” atau Bapak Bangsa Turki.

—–

Edited by: @pokamamil

Taken from: http://www.islampos.com/detik-detik-keruntuhan-khilafah-2-habis-84216/

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s