Membebaskan Diri dari ‘Kebebasan’ (via Islampos)

Islam membebaskan umatnya dari segala jerat perspektif dunia dan indikator kefanaan. Islam membebaskan segala ketergantungan makhluk terhadap apapun selain Allah. Akan tetapi, konsep kebebasan yang dipahami oleh Barat sungguh berbeda dari apa yang diajarkan dalam Islam. Konsep kebebasan yang mereka banggakan sejatinya telah mengungkung diri mereka sendiri dari kebebasan dalam makna yang sesungguhnya.

Konsep kebebasan yang dipahami dan disebarluaskan oleh Barat tak lain adalah liberalisme. Menurut H. Gruber, sebagaimana yang dikutip oleh Syamsuddin Arif dalam makalahnya yang berjudul “Membendung Arus Liberalisme”, prinsip liberalisme yang paling mendasar ialah penyataan bahwa tunduk kepada otoritas apapun namanya – adalah bertentangan dengan hak asasi, kebebasan dan harga diri manusia, yakni otoritas yang akarnya, aturannya, ukurannya, dan ketetapannya berada di luar dirinya (it is contrary to the natural, innate, and inalienable right and liberty and dignity of man, to subject himself to an authority, the root, rule, measure, and sanction of which is not in himself).

Germaine de Stael menyatakan dalam karyanya, Consideration sur les Principaux Evenements de la Revolution Francaise (1818) yang juga dikutip oleh Syamsuddin Arif bahwa kaum liberal menuntut kebebasan individu yang seluas-luasnya, menolak klaim pemegang otoritas Tuhan, dan menuntut hak-hak istimewa gereja maupun raja. Di sini terlihat jelas semangat untuk berpikir sebebas-bebasnya tanpa batas. Ke-tanpabatas-an ini tentu berimplikasi pada cara berpikir itu sendiri, yang mana dapat melahirkan apa pun.

Paham ini menabrak segala hal yang membatasi cara berpikir, termasuk segala aturan dalam menggunakan akal. Sekularisme sebagai saudara kandung dari liberalisme menjadi sebuah alat yang strategis untuk menabrak berbagai batasan tersebut. Karena agama sejatinya mengatur segala hal dan membatasi cara berpikir liberal, maka pemisahan antara agama dan segala aspek kehidupan menjadi alat yang efektif untuk melanggengkan liberalisme.

Tidak dapat dinafikan bahwa saat ini dunia hampir terkuasai oleh berbagai konsep pemikiran Barat, terutama liberalisme. Hal tersebut telah bersemayam di tataran nilai dasar sebagai landasan seseorang untuk berpikir dan bertindak. Bahkan, cukup banyak cendekiawan dan (yang dikenal sebagai) ulama juga mengamini liberalisme pun sekularisme. Sebagai contoh, cendekiawan Muslim yang sangat apresiatif terhadap paham sekularisme meyakini bahwa sistem sekuler adalah sistem terbaik untuk diterapkan dalam kehidupan intelektual, sosial, dan politik umat Muslim. Dampaknya, ada cendekiawan Muslim yang menyatakan, “Ilmu itu bebas nilai”, “Negara tidak boleh mengurusi agama”, “Nilai-nilai agama tidak boleh menjadi peraturan atau undang-undang”, dan sebagainya.

Mereka yang lahir pada jaman ini akan berhadapan langsung dengan keadaan ini. Jika pihak terdekat, baik keluarga, sekolah, teman, media, dan buku-buku bacaan tidak terlebih dahulu menanamkan pemikiran Islam kepadanya, maka dapat dipastikan pemahamannya terhadap Islam menjadi parsial.

Dampak yang dapat dirasakan oleh pemuda Muslim Indonesia saat ini adalah mereka mengalami kegamangan dan kebingungan dalam mengambil banyak keputusan. Kemampuan responnya terhadap berbagai isu kekinian pun tidak secepat yang semestinya. Bahkan banyak yang masih malu dan enggan menyatakan pendiriannya sebagai seorang Muslim dalam berbagai fenomena sosial.

Liberalisme tidak bisa dipandang sebelah mata dan disikapi dengan asal-asalan. Ideologi ini pada akhirnya akan berdampak negatif kepada pemuda Muslim, mulai dari merusak akhlaq, menghancurkan pemikiran, melarutkan kepribadian, dan akhirnya menumbangkan ‘aqidah.

—–

Edited by: @pokamamil

Penulis: Dinda Imani Khamasasyiah, Sekolah Pemikiran Islam

Source: http://www.islampos.com/membebaskan-diri-dari-kebebasan-134999/

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s