Detik-detik Keruntuhan Khilafah – PART 1/2 (via Islampos)

Keruntuhan Khalifah 490x326 Detik detik Keruntuhan Khilafah (1)

Dikarenakan telah membantu Khilafah Utsmaniyyah dalam memerangi Kekaisaran Russia di Krimea, maka Inggris dan Perancis mulai memaksa Kekhilafahan untuk melakukan amandemen UUD menuju bentuk modernisme dan sekulerisme. Maka, keluarlah Ottoman Reform Edict of 1856 sebagai bentuk pemberlakuannya.

Bentuk kesetaraan yang dipaksakan oleh Barat semakin memperlemah kekuasaan Khalifah dan akhirnya pada tahun 1908, Turki Muda yang berpusat di Salonika—pusat komunitas Yahudi Dunamah—melakukan pemberontakan. Lalu kemudian pada tanggal 18 Juni 1913, pemuda-pemuda Arab mengadakan kongres di Paris dan mengumumkan Nasionalisme Arab dengan Inggris dan Perancis di belakang mereka.

Perang Dunia I tahun 1914 dimanfaatkan oleh Inggris untuk menyerang Istanbul dan mencoba untuk menduduki Gallipoli. Pertempuran ini dimanfaatkan untuk mendongkrak popularitas Mustafa Kemal Pasha, yang sengaja dimunculkan sebagai pahlawan.

Sejarah kemudian mencatat, Kemal Pasha, pemuda asal Salonika, akhirnya menjalankan agenda Inggris yaitu melakukan revolusi untuk menghancurkan Khilafah Islam. Menggantikan Perjanjian Sevres, Konferensi di Lausanne yang diprakarsai oleh pejabat tinggi Inggris anti Islam, Lord Curzon, adalah untuk menyepakati berdirinya Republik Turki. Yang termasuk dari Perjanjian Lausanne ini adalah penghapusan Khilafah Islamiyah, mengusir sang khalifah, dan menyita semua harta kekayaannya.

Persyaratan tersebut diterima oleh Mustafa Kamal dan perjanjian ditandatangani pada 24 Juli 1923. Delapan bulan setelah itu, tepatnya 3 Maret 1924, Kemal Pasha mengumumkan pemecatan khalifah, pembubaran sistem khilafah, mengusir khalifah ke luar negeri, dan menjauhkan Islam dari negara. Inilah titik klimaks revolusi yang dilakukan oleh Kamal Attaturk dan menandai berakhirnya kekhalifahan Islam sejak zaman nabi SAW.

Presiden pertama Turki ini lahir dengan nama Mustafa pada 12 Maret 1881 di Thessaloniki (kini menjadi bagian Yunani). Ayahnya Ali Riza, seorang mantan pegawai rendahan di kantor pemerintah yang meninggal akibat TBC. Ibunya Zubeyde Hanim, adalah Muslimah taat yang buta huruf.

Zubeyde memfokuskan hidupnya untuk mengurus Mustafa. Karena taat Islam, ia berharap Mustafa menjadi ulama faqih. Namun jauh panggang dari api, Mustafa memilih berkarier di militer sebelum akhirnya berhasil menggulingkan pemerintahan dan menjadi diktator baru di Turki.

Tidak lama setelah berkuasa, ia menyatakan bahwa akan menghancurkan Islam dalam kehidupan Turki. Menurutnya hanya dengan mengeliminasi segala hal berbau Islam, Turki bisa ‘maju’ menjadi bangsa modern yang dihormati.

Tepatnya pada tanggal 23 Maret 1924, keruntuhan Kekhalifahan Turki Usmaniyah terjadi akibat adanya perseteruan di antara kaum nasionalis dan agamais dalam masalah kemunduran ekonomi Turki. Setelah menguasai Istanbul pasca Perang Dunia I, Inggris menciptakan sebuah kevakuman politik dengan menawan banyak pejabat negara dan menutup kantor-kantor dengan paksa sehingga bantuan khalifah dan pemerintahannya menjadi tersendat. Kekacauan terjadi di dalam negeri, sementara opini umum mulai menyudutkan pemerintahan khalifah yang semakin lemah dan memihak kaum nasionalis.

—–

TO BE CONTINUED

—–

Edited by: @pokamamil

Taken from: http://www.islampos.com/detik-detik-keruntuhan-khilafah-1-84123/

Advertisements

One thought on “Detik-detik Keruntuhan Khilafah – PART 1/2 (via Islampos)

  1. Pingback: Detik-detik Keruntuhan Khilafah – PART 2/2 (via Islampos) | The Masjid Chroniclers

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s