Keutamaan Seorang Umar bin Khattab – PART 1/2

Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Sa’ad bin Abi Waqqash ra., dia berkata, Rasulullah saw. bersabda:
”Wahai Ibnul Khattab, demi Dzat Yang jiwaku ada di Tangan Nya, sekali-sekali syetan tidak akan melalui suatu jalan yang akan engkau lewati.”

Ringkasan keutamaan Umar bin Khattab RA

Nama lengkap beliau adalah ’Umar bin Khattab bin Nufail bin ’Abdul ’Uzza bin Rabah bin Qurth bin Razah bin Ady bin Ka’ab bin Luay.

’Umar ra. lahir 13 tahun setelah Tahun Gajah, sebagaimana dikatakan oleh Imam Nawawi. Beliau ra. termasuk orang paling mulia di kalangan Suku Quraisy. Beliau ra. masuk Islam pada tahun keenam kenabian saat berumur 27 tahun, sebagaimana ditulis oleh Adz-Dzahabi. Saat itu telah masuk Islam 40 orang laki2 dan 11 wanita, atau dalam riwayat lain 39 laki-laki dan 23 wanita. Masuknya beliau ke dalam Islam semakin memperkokoh kedudukan Islam sendiri. Beliau juga termasuk salah seorang dari 10 sahabat ra. yang dijamin masuk surga dan telah diriwayatkan darinya 539 hadits. Menurut Imam Suyuthi. ’Umar ra. adalah khalifah pertama yang mendapat gelar ’amirul mukminin.”

Berkata Ibnu ’Umar: ”Dia adalah seorang laki-laki dengan kulit putih bersih dengan kemerah-merahan. Postur tubuhnya tinggi, kepalanya botak dan beruban.” Berkata Ubaid bin Umar: ’Umar berpostur tinggi jauh melampaui umumnya manusia.” Berkata Abi Raja’ Al-Athari: ”…kedua tulang pipinya menonjol, bagian depan jenggotnya besar dan di ujungnya ada warna hitam kemerah-merahan.”

Dari Ibnu Sa’ad dari Dzakwan, dia berkata: Saya bertanya kepada ’Aisyah: ”Siapa yang menggelari ’Umar bin Khattab dengan Al-Faruq?” Dia berkata: ”Rasulullah.”

Beliau ra. adalah ayah dari isteri Rasulullah saw., Hafshah ra., sehingga ’Umar ra. adalah juga merupakan mertua Rasulullah saw.

Masuk Islamnya ‘Umar RA

Imam Tirmidzi meriwayatkan dari Ibnu ’Umar bahwa Rasulullah saw. Berdoa:
”Ya Alllah, muliakanlah Islam dengan salah satu dari dua orang yang Engkau cintai dengan Abu Jahal bin Hisyam atau ’Umar bin Khattab.”

Dalam riwayat yang panjang dari Ibnu Sa’ad dari Abu Ya’la, Al-Hakim serta Al-Baihaqi dari Anas ra. bahwa (ma’nawi) ’Umar keluar menyandang pedang dengan tujuan membunuh Rasulullah saw. Di tengah jalan ia bertemu dengan seseorang yang memberitahukan bahwa adiknya, Fathiman binti Khattab ra. dan suaminya, Said bin Zaid ra. (salah seorang dari 10 sahabat ra. yang dijamin masuk surga), telah masuk Islam. Kemudian ’Umar ra. berbelok ke rumah adiknya, saat adik dan suaminya sedang membaca surat Thaha. Saat itu ’Umar berkata: ”Apakah kalian telah berganti agama?” Iparnya menjawab: ”Wahai ’Umar, jika kebenaran ternyata di luar agamamu!”

(Ma’nawi) Mendengar jawaban ini ’Umar melompat dan mencekik iparnya dan adiknya yang ingin membantu suaminya dipukulnya hingga berdarah. Dengan nada marah adiknya mengatakan: ”Jika kebenaran tidak berada bersama agamamu maka Asyhadu allaa ilaaha illaLlah wa asyhadu anna Muhammadan ’abduhu wa RasuluHu.”

Kemudian ’Umar meminta kitab yang dibaca adik dan iparnya tadi. Setelah berwudhu (karena adiknya memerintahkannya untuk berwudhu sebelum membacanya), maka ia membaca Surat Thaha hingga ayat 14:

”Sesungguhnya aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, Maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.”

’Umar berkata: ”Antarkan saya kepada Muhammad!” Dan beliau ra. pun masuk Islam.
(Untuk riwayat lengkapnya silakan merujuk ke ‘Tarikh Khulafa’, karya Imam Suyuthi atau ’Rakhiqul Makhtum’, karya Al-Mubarakfury, dll)

Ibnu Sa’ad dan Thabrani meriwayatkan dari Ibnu Mas’ud ra. dia berkata: ”Islamnya ’Umar adalah sebuah kemenangan besar, sedangkan hijrahnya adalah keuntungan. Kepemimpinannya adalah rahmat. Saya telah melihat sendiri bagaimana kami tidak mampu melakukan shalat di BaituLlah sebelum ’Umar menyatakan ke-Islam-annya. Tatkala ’Umar masuk Islam, dia menyatakan perang kepada mereka sehingga mereka membiarkan kami melakukan shalat dengan bebas.”

Hijrahnya ‘Umar ra.

Ibnu Asakir meriwayatkan dari ’Ali ra., dia berkata: ”Saya tidak mengenal seorang pun yang melakukan hijrah kecuali dia akan melakukannya dengan cara sembunyi-sembunyi kecuali ’Umar bin Khattab. Saat ’Umar melakukan hijrah dia menyandangkan busur panahnya, dia mengeluarkan beberapa anak panah yang dia pegang di tangannya. Dia mendatangi Ka’bah, saat orang-orang Quraisy sedang berada di halamannya. Dia melakukan thawaf selama tujuh kali. Dia melakukan shalat dua raka’at di Maqam Ibrahim. Kemudian dia mendatangi kelompok-kelompok orang Quraisy satu demi satu sambil berkata, ”Wahai wajah yang tidak bersinar, barangsiapa yang mau ibunya kehilangan anaknya, dan anaknya menjadi yatim, atau isterinya menjadi janda, temuilah di belakang lembah itu.” Namun tidak ada seorang pun yang mengikutinya.

Beberapa keutamaan ‘Umar ra.

Seluruh Sahabat ra., Salafush Shalih dan seluruh Ahlus Sunnah sepakat bahwa ’Umar adalah orang (kedua) terbaik dalam umat ini setelah Rasulullah saw. Abu Bakar ra.

Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Sa’ad bin Abi Waqqash ra., dia berkata, Rasulullah saw. bersabda:
”Wahai Ibnul Khattab, demi Dzat Yang jiwaku ada di Tangan Nya, sekali-sekali syetan tidak akan melalui suatu jalan yang akan engkau lewati.”

Abu Hurairah ra. berkata, bahwa Rasulullah saw. bersabda:
”Di antara umat-umat sebelum kamu ada orang-orang yang muhaddats (mendapat ilham), jika orang tersebut ada pada umatku, pasti dia adalah ’Umar.” (HR. Bukhari)

Dari Ibnu ’Umar ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda:
”Sesungguhnya Allah menjadikan kebenaran di lidah dan hati ’Umar.” (HR. Tirmidzi)

Imam Tirmidzi dan Al-Hakim –dia menyatakan bahwa riwayat ini shahih– meriwayatkan dari ’Uqbah bin Amir dia berkata, Rasulullah saw. bersabda:
”Andaikata setelah aku ada nabi pastilah dia ’Umar.”

Ibnu Asakir meriwayatkan dari Ibnu Abbas ra. Dia berkata: Rasulullah saw. bersabda:
”Tidak ada satu malaikat pun di langit yang tidak menghormati ’Umar, dan tidak ada satu syetan pun yang ada di atas bumi kecuali dia akan takut kepada ’Umar.”

Imam Bukhari dan Muslim juga meriwayatkan dari Said Al-Khudri ra., dia berkata, Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda:
”Di saat aku sedang tidur, kuihat orang-orang ditampakkan kepadaku. Mereka memakai baju, ada yang sebatas dada dan ada yang di bawah itu . Ditampakkan kepadaku ’Umar, dia memakai baju yang panjang dan menyeretnya.” Para Sahabat bertanya: ”Apa takwilnya, wahai Rasulullah?” Rasulullah saw. Menjawab:”Agama.”

Diriwayatkan pula oleh Bukhari dan Muslim, bahwa Rasulullah saw. bersabda:
”Tatkala saya tidur, saya bermimpi minum susu hingga saya melihat dalam mimpiku air mengalir dari kuku-kukuku, lalu saya minumkan air itu kepada ’Umar.” Para sahabat ra. bertanya: ”Apa takwilnya, wahai Rasulullah?” Rasulullah saw. Menjawab: ”Ilmu.”

Imam Bukhari meriwayatkan dari ’Umar ra., dia berkata: ”Pendapatku bersesuaian dengan Kehendak Allah dalam tiga hal: Pertama, saya pernah berkata kepada Rasulullah, anadaikata kita menjadikan Maqam Ibrahim sebagai tempat shalat. Lalu turunlah ayat Allah:

”…dan Jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim[1] tempat shalat….” (QS. Al-Baqarah : 125)
[1] Ialah tempat berdiri Nabi Ibrahim a.s. diwaktu membuat Ka’bah.

Kedua, saya katakan kepada Rasulullah, Yaa Rasulullah, orang yang baik dan buruk perangainya masuk ke dalam rumah isteri-isterimu, alangkah baiknya jika kau perintahkan mereka untuk berhijab. Kemudian turunlah ayat hijab. Dan ketiga, para isteri Rasulullah saw. Berkumpul karena dilandasi rasa cemburu. Maka saya katakan semoga Allah menceraikan kalian semua dan Dia menggantinya dengan isteri-isteri yang lain yang lebih baik dari kalian. Lalu turunlah firman Allah tentang hal ini.”

Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dalam Tafsirnya dari Anas, dia berkata: ’Umar berkata: ”Saya melakukan empat hal yang sesuai dengan kehendak Allah. Tatkala turun ayat:

”Dan Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah.” (QS. Al-Mu’minuun : 12)

Saya katakan: ”Maka Maha Suci Allah, Pencipta Yang Paling Baik,” maka turunlah ayat:

“…Maka Maha Suci Allah, Pencipta Yang Paling Baik.” (QS. Al-Mu’minuun : 14)

—–

TO BE CONTINUED
PART  2 – https://islamichroniclers.wordpress.com/2014/10/25/keutamaan-seorang-umar-bin-khattab-part-2

—–

Edited by: @pokamamil

Dikutip dan diringkas oleh PIP PKS ANZ wil. NSW dari:

  • Tarikh Khulafa (Imam Suyuthi)
  • 10 Sahabat yang Dijanjikan Masuk Surga (’Abdul Hamid Kisyik)
  • Keutamaan Para Sahabat Nabi Saw. (Mustafa Al-’Adawi)
  • Zuhud (Imam Ahmad)

Source: http://nulisnulisnulis.wordpress.com/2010/12/05/keutamaan-umar-bin-khattab/

Advertisements

One thought on “Keutamaan Seorang Umar bin Khattab – PART 1/2

  1. Pingback: Keutamaan Seorang Umar bin Khattab – PART 2/2 | The Masjid Chroniclers

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s