Khilafah Adalah Warisan Rasulullah, Bukan ISIS

Beberapa bulan terakhir ini, Kaum Muslimin di seluruh dunia digemparkan oleh berita tegaknya ‘Khilafah’ yang diproklamasikan oleh ISIS (Islamic State of Iraq and Syria). Kelompok yang mengakui dirinya sebagai gerakan mujahidin di sebagian wilayah Irak dan Suriah ini, mengangkat Abu Bakar Al Baghdadi sebagai khalifah mereka. Sontak, semua dunia pun tertuju pada berita yang disebar melalui berbagai media sosial.

Hanya saja, ‘Khilafah’ ala ISIS ini menuai kontroversi. Tidak sedikit umat Islam yang sudah merindukan Khilafah menyatakan dukungannya terhadap ISIS dan bahkan telah ada sebagian dari mereka yang bergabung dan menyatakan baiatnya pada sang khalifah. Namun, sebagian ulama besar kaum Muslimin, serta banyak gerakan-gerakan Islam lainnya menolak atas penegakkan Khilafah versi ISIS ini.

ISIS memang menuai kontroversi. Mereka disebutkan telah banyak melakukan tindakan kekerasan secara otoriter dan brutal terhadap warga Muslim maupun non-Muslim. Semua ini tentunya akan menimbulkan pemahaman yang keliru akan penerapan Syariah dan Khilafah sejati yang merupakan warisan Rasulullah saw.

Bagaimana Seharusnya Menyikapi Khilafah ala ISIS?

Beberapa waktu yang lalu, setelah pendeklarasian Khilafah oleh ISIS yang beritanya telah beredar hingga ke seluruh penjuru dunia, MUI menggelar pertemuan para pimpinan ormas Islam untuk dalam rangka menyikapi perkembangan isu ISIS di Indonesia.

Para tokoh ulama yang dikumpulkan tersebut sepakat bahwa umat Muslim jangan sampai kontraproduktif terhadap gagasan dan ajaran syariat Islam, terutama Khilafah. Kelompok ISIS adalah kelompok jihadis. Namun, tindakan mereka begitu brutal dan di luar kendali. Bahkan mereka membunuh sesama para mujahid. Sehingga, Khilafah yang mereka tegakkan itu wajib dipertanyakan, apakah sesuai dengan syara’? Dari sini, umat Muslim harus memahami secara pasti metode penegakkan Khilafah secara syari’.

Isu Khilafah ISIS ini jangan sampai memonsterisasi syariah dan khilafah terhadap umat Muslim itu sendiri. Hal pertama yang diperlukan dalam menyikapi isu ISIS ini adalah sikap proporsional, waspada, dan hati-hati. Jangan sampai, isu kasus ISIS ini membuat semua hal yang berbau syariah dan khilafah itu berbahaya dan menolak mentah-mentah terhadap ide ini. Bahkan sampai menjerat dan menuduh orang-orang yang dengan ikhlas memperjuangkan syariah dan khilafah Islam sesuai dengan ajaran Rasulullah itu sebagai teroris.

Padahal, tidak kurang dari 39 hadist Rasulullah berbicara tentang khilafah. Jadi, sebagai umat Islam, kita perlu hati-hati dalam menyikapi isu ISIS ini, jangan sampai isu ini dijadikan sebagai alat monsterisasi terhadap syariah dan khilafah. Umat tentu butuh untuk mengkaji secara detail dan mendalam tentang bagaimana cara menegakkan Khilafah ala Minhaj Nubuwwah yang dijanjikan Allah dalam salah satu hadist Rasulullah saw.

Khilafah Sejati

Khilafah berasal dari Islam. Khilafah berasal dari Al Quran, Sunnah, Ijma Sahabat, dan Qiyas. Tentu, umat Muslim seluruhnya wajib untuk mendukung keberadaannya. Hanya saja, Khilafah yang harus kita pahami dan kita perjuangkan adalah Khilafah yang sesuai dengan model pemerintahan Rasulullah dan para Khulafaur Rasyidin. Inilah yang dinamakan Khilafah Rasyidah ala Minhaj Nubuwwah, yaitu khilafah yang memiliki metode sesuai yang digariskan oleh Rasulullah saw.

Sedangkan Khilafah yang dideklarasikan ISIS belum dikatakan memenuhi syara’. Oleh karena itu, hal ini masih menjadi pro dan kontra bagi banyak pihak. Mengapa khilafah ISIS belum memenuhi ketentuan syara’?

Pertama, kekhilafahan haruslah memiliki wilayah secara otonom dan penuh. Sedangkan, ISIS menguasai beberapa wilayah di Irak dan sebagian di Suriah, dalam artian, mereka masih berada di dalam kekuasaan pemerintah Irak dan sebagian lagi masuk di dalam kewenangan Suriah. Kekuasaan ISIS berada di dalam Negara yang telah memiliki standarisasi hukum. Artinya, mereka tidak sepenuhnya berkuasa.

Kedua, keamanannya belum berada di tangan kaum Muslimin. Sekalipun ISIS merupakan kelompok jihadis, hanya saja mereka masih harus bertempur untuk melawan militer penguasa yang dianggap sah di negeri itu.

Ketiga, sebuah khilafah yang sejati haruslah menegakkan syariat Islam secara menyeluruh (kaffah). Artinya, mulai dari hal kecil hingga tataran besar seperti pemerintahan, politik, ekonomi, peradilan, dan sistem lainnya harus diterapkan hukum Islam secara menyeluruh, baik, dan benar. Keempat, khalifah yang memimpin khilafah tersebut haruslah memenuhi syarat-syarat pengangkatan khalifah, yaitu : muslim, baligh, laki-laki, berakal, merdeka, mampu, dan adil (tidak fasik). Itulah yang mencirikan khilafah yang sebenarnya. Sedangkan ISIS dianggap oleh banyak ulama faqih belum memenuhi itu semua.

Khilafah Rasyidah ‘ala Minhaj Nubuwwah dibangun oleh pondasi umat yang menerima dan meyakini kumpulan pemahaman, standarisasi, dan keyakinan Islam yang diterapkan kepada mereka. Metode yang digunakan untuk membangun Khilafah Rasyidah ini pun harus mengikuti tahapan metode Rasulullah dan para sahabat dalam mendirikan Negara. Khilafah Rasyidah ‘ala Minhaj Nubuwwah menerapkan syariat Islam secara menyeluruh dan sempurna. Khilafah akan sangat menjaga akidah, darah, kehormatan, harta, jiwa, akal, dan keturunan penduduknya, baik Muslim maupun non-Muslim secara adil. Begitulah Khilafah Rasyidah ‘ala Minhaj Nubuwwah yang dijanjikan Allah swt. dalam salah satu hadits Rasulullah saw.

“’…Selanjutnya, akan ada kembali Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian.’ Beliau kemudian terdiam.” (HR. Ahmad)

Khilafah wajib diperjuangkan dan ditegakkan di bumi Allah ini. Bukan malah ditakuti bahkan diberangus para pengembannya. Khilafah yang wajib diperjuangkan adalah Khilafah yang sesuai dengan metode Rasulullah saw. Allah telah menjanjikan kedatangannya kembali. Itulah Khilafah yang akan menyelimuti dunia ini dengan keadilan, kebaikan, dan kesejahteraan. Khilafah ini yang akan menjadi solusi bagi segala permasalahan yang terjadi pada saat ini. Khilafah warisan Rasulullah inilah yang akan menjadi tonggak kebangkitan dan kemuliaan umat Muslim di seluruh dunia.

Wallahu’alam bisshawab.

—–

Edited by @pokamamil

Written by: Ariefdhianty Vibie H., Wiraswasta, Bandung

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s