The Dangers of Democracy Series: Masuk Sistem Demokrasi Dalam Sudut Pandang Process Control (via Shoutussalam)

Demokrasi merupakan sebuah ideologi yang oleh umum dianggap sebagai standar kebaikan. Segala sesuatunya akan dianggap lancar dan berhasil jika ada embel-embel demokratis. Hingga saat Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya, pada hari ini (dengan izin kauni dari Allah) memegang kekuasaan dunia melalui PBB, demokrasi seolah-olah (atau memang iya?) sebagai parameter yang harus dilaksanakan di setiap sudut dunia.

Demokrasi telah menjadi alat perang pemikiran. Sehingga beberapa pemikir-pemikir muslim pun bekerja keras untuk berijtihad menyelesaikan persoalan ini. Sehingga di zaman ini muncul solusi-solusi yang beraneka ragam tentang menghadapi demokrasi. Salah satu solusi yang muncul adalah menghadapi demokrasi sebagai bagian dari sistem tersebut, dengan hujjah bahwasanya mereka akan masuk sistem untuk menghancurkan sistem. Lantas benar dan tepatkah sistem ini ?

Produk Yunani, Bukan Islam

Untuk menganalisis sistem dari demokrasi, ada baiknya disajikan dahulu sepintas asal-usul demokrasi. Demokrasi adalah bentuk pemerintahan politik yang kekuasaan pemerintahannya berasal dari rakyat, baik secara langsung atau melalui perwakilan. Istilah ini berasal dari bahasa Yunani demokratía (kekuasaan rakyat), yang dibentuk dari kata dêmos (rakyat) dan kratos (kekuasaan), merujuk pada sistem politik yang muncul di Yunani Kuno, khususnya Athena, menyusul revolusi rakyat pada tahun 508 SM (BBC, History of Democracy).

Abraham Lincoln dalam pidato di Gettysburg mendefinisikan demokrasi sebagai “pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat” (Lansford, Tom (2007). Democracy: Political Systems of the World. Marshall Cavendish). Demokrasi dengan pengertiannya yang kaffah, adalah ideologi yang lahir sebelum zaman RasulullahMereka memiliki ulama-ulama mereka sendiri. Demokrasi modern juga bukan ditegakkan melalui Siddiq Hasan Khan, Imam Ash-Shan’ani, atau Nawawi al-Bantani. Demokrasi modern berpijak pada pemikiran Thomas Hobbes, John Locke, Montesquieu atau Jean Jacques Rosseau.

Permodelan Demokrasi

Untuk menganalisis pola pikir aktivis Islam pro-demokrasi, di sini akan digunakan pendekatan pola pikir control engineering, tepatnya melalui pendekatan diagram proses kontrol.

Demokrasi diibaratkan sebagai sebuah sistem. Di dalamnya terdapat input, proses, dan output. Di dalamnya ada pula komponen lain yang lebih mendetail dan beraneka ragam. Dari diagram di atas, cukup komponen umpan balik (feed back) saja yang akan dibahas. Komponen penyimpanan (storage) diabaikan saja. Umpan balik merupakan komponen yang harus ada dari sistem demokrasi, hingga umpan yang negatif sekalipun. Sehingga kritik dan hujatan kepada pemerintahan adalah hal yang wajar serta mendukung sistem demokrasi.

Sistem demokrasi merupakan piranti bernegara, yang di dalamnya akan dihasilkan produk-produk politik yang mengatur kehidupan sosial, ekonomi, dan kebudayaan masyarakat. Demokrasi memang berbeda dengan beberapa sistem sekuler klasik lainnya yang pada zaman ini sudah sedikit sekali penganutnya, antara lain otokrasi, di mana sistemnya tidak mengenal umpan balik, terutama yang negatif.

Otokrasi, Otoritarian atau Kediktatoran disebut-sebut kontras dengan sistem demokrasi (Baskara T. Wardaya. 2007. Menelusuri Akar Otoritarianisme di Indonesia. Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat).

Seperti halnya contoh diagram di atas, umpan balik merupakan input yang bernilai negatif. Hal ini bisa dianalogikan dengan kritik dan hujatan yang diterima pemerintahan demokrasi. Berbeda dengan input-input lain yang positif, input negatif atau umpan balik merupakan hasil pengamatan sebuah sensor (berupa media, LSM, aksi demonstrasi dan lain-lain) akan hasil dari porses berlangsungnya pemerintahan, untuk selanjutnya diumpan bailkkan kepada proses input.

Kritik Untuk Masuk Ke Sistem

Dari diagram-diagram di atas, sudah sangat jelas, bahwa sejelek-jelek apapun masukan kepada pemerintah, sekeras-kerasnya kritikan dan hujatan kepada sistem demokrasi, maka ia tetaplah bagian dari sistem yang bertugas menghasilkan keluaran yang lebih bagus. Sehingga tidak ada lagi alasan masuk ke sistem untuk menghancurkan sistem. Alasan ini tidak berlaku bagi kaum bertauhid.

Jika kritikan untuk pemerintah saja ternyata merupakan masukan yang membangun, lantas bagaimana dengan calon-calon yang berkeinginan membangun sistem demokrasi lewat jalur positif ? Menjadi cagub, cabup, cawalkot atau bahkan capres ? Maka ini adalah sebuah penipuan publik kepada umat Islam yang teguh bertauhid. Pengakuan masuk sistem untuk menghancurkan sistem adalah lip service saja.

Maka jalan yang paling fair, adalah bukan menjadi masukan atau umpan balik bagi sebuah sistem, yang hanya akan mendukung sebuah sistem tersebut menjadi berjalan dengan lancar. Solusinya adalah menghancurkan sistem tersebut. Jika sistem tersebut adalah pabrik, maka hancurkan pabriknya, jika sistem tersebut adalah radio, lebih tepatnya banting saja radionya. Tentunya dengan jalan-jalan yang telah ditentukan oleh Islam.

Maka perumpamaan Sufyan ats-Tsauri terhadap qurro’ yang bejat merupakan nasihat yang harus ditekankan berulang-ulang. “Janganlah kamu mendekati atau bergaul dengan para penguasa sedikitpun. Dan jangan sampai ada yang mengatakan kepadamu;(Lakukan saja) supaya kamu dapat membela atau mempertahankan orang yang didholimi atau mengembalikan hak orang yang diambil secara dholim. Karena ini adalah tipu daya iblis…yang dijadikan tangga (dalih) oleh para quroo’ (ahli Al Qur’an) yang bejat.” (Dari Siyarul A’laam An Nubalaa’ XIII/586 dan Jaami’u Bayaanil ‘Ilmi Wa Fadl-lihi I/179). Lantas bagaimana hukumnya menjadi cagub, capres bla.. bla .. bla… di dalam sistem binaan John Locke, Jean Jacques Rousseau dan di bawah kontrol Amerika ?

Janganlah bertanya pada rumput yang bergoyang !

—–

Written by: Kaab As-Sidani – Editor in Chief, Shoutussalam Islamic Media

Source: http://shoutussalam.com/2012/05/masuk-sistem-demokrasi-dalam-sudut-pandang-process-control/

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s