Book Review: Shalahuddin Al-Ayyubi Dan Perang Salib III (2014) (via Islampos)

buku alwi Pemimpin yang Dihormati Timur dan Barat
Tidak banyak penulis Tanah Air yang menulis sejarah peradaban di luar Indonesia. Alwi Alatas merupakan salah satu daripada yang sedikit itu. Mulai dari buku Al-Fatih dan Sang Penakluk Andalusia yang tipis dari segi jumlah halaman, kini tulisannya menjadi semakin tebal dan mendalam, yaitu pada buku Nuruddin Zanki dan yang terbaru Shalahuddin al-Ayyubi dan Perang Salib III. Buku ini menjelaskan tentang perjalanan hidup Shalahuddin sejak kelahiran hingga kematiannya.

Yusuf bin Ayyub, yang kelak dikenal sebagai Shalahuddin, dilahirkan di kota Tikrit – tak jauh dari Baghdad. Namun pada hari kelahirannya keluarganya terpaksa meninggalkan kota itu dan bergabung dengan Kesultanan Imaduddin Zanki di Mosul dan Suriah. Shalahuddin yang keturunan Kurdi ini kemudian melewati masa kecilnya di Ba’albek dan setelah itu Damaskus.

Setelah wafatnya Imaduddin, keluarga Shalahuddin bekerja pada pemerintahan putera Zanki yaitu Nuruddin. Shalahuddin sendiri belakangan sempat menjadi asisten pribadi Nuruddin Mahmud bin Zanki.

Karir Shalahuddin melejit naik setelah keberhasilannya bersama pamannya, Syirkuh, dalam menaklukkan Mesir pada tahun 1169. Setelah itu, seolah-olah pintu kepemimpinan terbuka baginya satu demi satu. Dua bulan setelah penaklukkan Mesir, Syirkuh meninggal dunia dan Shalahuddin ditetapkan menjadi penggantinya sebagai wazir Mesir. Dalam masa dua tahun, Shalahuddin berhasil mengisolasi pemerintahan Fatimiyah Mesir dan menghapuskannya pada tahun 1171.

Tiga tahun kemudian, Nuruddin wafat di Damaskus. Persaingan di antara para emir bawahan Nuruddin memaksa Shalahuddin tampil ke depan dan menyatukan wilayah peninggalan Nuruddin. Sebagai konsekuensinya, sebuah dinasti baru – yaitu Dinasti Ayyubiyah, muncul dimana Shalahuddin menjadi pemimpin pertamanya.

Bagaimanapun, Shalahuddin tidak menghimpun kekuasaan untuk kepentingan duniawi. Ia menggunakannya untuk berjihad menghadapi tentara salib. Pada tahun 1187, terjadi sebuah pertempuran besar di antara kedua belah pihak di wilayah Hattin. Shalahuddin dapat mengalahkan musuh dengan gemilang dan menawan banyak pemimpin salib. Beberapa bulan kemudian, kota al-Quds (Jerusalem) dan hampir seluruh wilayah salib di Suriah dan Palestina jatuh ke tangan Shalahuddin.

Hal ini mendorong terjadinya Perang Salib III selama beberapa tahun berikutnya. Dalam perang yang berakhir dengan perdamaian itu, Shalahuddin berhasil mempertahankan al-Quds dan sebagian besar wilayah lainnya. Tentara salib yang dipimpin oleh Richard the Lionheart hanya mampu merebut beberapa kota pantai. Kesuksesan Shalahuddin serta karakternya yang adil, amanah, serta penyayang menjadikan ia seorang yang dihormati serta dicintai oleh orang-orang di Timur dan di Barat. Bahkan musuh-musuhnya pun menaruh hormat kepadanya.

Buku Shalahuddin al-Ayyubi yang tebalnya hampir 500 halaman ini menceritakan keseluruhan biografi Shalahuddin secara detail. Gaya penulisannya naratif dan tidak berat untuk dibaca. Walaupun demikian, seluruh data-data pada buku ini dirujuk dari buku-buku sejarah, terutama sumber-sumber semasa seperti karya Baha’uddin Ibn Shaddad yang merupakan ulama dan sahabat Shalahuddin, serta dari Ibn al-Atsir – penulis al-Kamil fi Tarikh. Adanya ilustrasi berupa gambar dan peta, kronologi peristiwa, serta biografi singkat tokoh membuat buku ini semakin lengkap dan sedap untuk dibaca.

Hanya saja ada satu kekurangan pada buku ini, kertas yang digunakan terlihat seperti kertas koran yang kurang bagus kualitasnya. Bagi para pembaca yang menghargai penampilan sebuah buku, hal ini bisa sangat mengganggu. Namun bagi mereka yang membaca buku karena mencari kualitas isinya, kelemahan ini mungkin tidak terlalu penting.

Terlepas dari itu, buku ini merupakan buku yang sangat bagus dan penting untuk dibaca. Terlebih lagi di saat membacanya, kita mungkin akan merasakan betapa banyak persoalan mendasar yang dihadapi ummat pada hari ini ternyata juga dialami oleh Shalahuddin dan generasinya.

Jika mereka berhasil menyelesaikan masalah-masalah itu dengan baik, mengapa kita tidak?

—–

INFO BUKU

Judul                     : Shalahuddin al-Ayyubi dan Perang Salib III
Penulis                  : Alwi Alatas
Penerbit               : Zikrul Hakim
Tahun Terbit     : Maret 2014
Tebal                     : 496 hlm.
Harga                    : Rp. 89.000,00

Source: http://www.islampos.com/pemimpin-yang-dihormati-timur-dan-barat-112327/

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s