The Dangers of Democracy Series: Tweet Series – Beda Sistem Trias Politica dan Sistem Politik Khilafah by @felixsiauw (2012.06.01)

  • 1. Kemarin kita sudah membuka sedikit bahasan #Khilafah warisan Rasulullah | kini setting kita pindahkan ke negeri barat Eropa.
  • 2. Pada masa yang sama sekira abad-15 | peradaban Islam berada di puncak keemasan | sebaliknya peradaban barat masih kelam (dark age).
  • 3. Dark age dikenal juga dengan the age of faith | dikarenakan agama dijadikan dasar negara | akibatnya peradaban barat hancur.
  • 4. Penguasa dan gereja korup merilis doktrin-doktrin menguntungkan penguasa | yang jadi korban adalah kaum cendekiawan dan proletar.
  • 5. 800 tahun mereka muak dengan penipuan atas nama agama | hasilnya adalah gerakan RENAISANS yang dipelopori cendekiawan.
  • 6. RENAISANS bertujuan 2 hal | kekuasaan absolut raja harus dihilangkan | dan agama yang melegitimasi raja harus dipisahkan dari negara.
  • 7. RENAISANS berhasil pada abad 15 | hasilnya SEKULERISME | pemisahan antara agama dan negara | agama adalah mimpi buruk bagi mereka.
  • 8. Kekuasaan absolut raja tak boleh terulang | maka J.J. Rosseau mengusulkan Trias Politica | kekuasaan harus dipecah 3 agar tak absolut.
  • 9. Mereka berpendapat “power tends to corrupt, absolute power absolute corrupt” | layaknya raja yang absolut, maka pasti akan korupsi.
  • 10. Mencegah dark age terulang lagi | masyarakat barat membagi kekuasan menjadi 3 | eksekutif – legislatif – yudikatif.
  • 11. Dengan eksekutif – legislatif – yudikatif | mereka berharap terjadi kontrol dan saling koreksi | supaya tidak ada abuse of power.
  • 12. Sistem inilah yang dipakai dalam politik dunia termasuk Indonesia | Trias Politica yang diharap bisa mencegah abuse of power.
  • 13. Tapi yang terjadi justru sebaliknya | Trias Politica tak pernah mewujud di dunia nyata | kekuasaan tetap berada di satu golongan.
  • 14. Mengapa? | karena legislatif pasti berkelindan dengan eksekutif | koalisi eksekutif ditentukan setelah hasil pemilu legislatif.
  • 15. Konflik kepentingan jadi hal pasti | karena legislator adalah partai penguasa yang juga sebagai eksekutor.
  • 16. Misal di Indonesia | partai penguasa di legislatif pastilah penguasa di eksekutif | dan jatah menteri dibagi berdasar jatah legislatif.
  • 17. Sendirinya fungsi pembagian kekuasaan dan koreksi tidak terjadi | karena eksekutif – legislatif – yudikatif itu penguasa yang sama.
  • 18. Separation of power hanya jadi mimpi yang tak mewujud di kenyataan | penguasa tetap tak tersentuh, dialah raja baru.
  • 19. Di sistem ini penguasa bisa menjadikan demokrasi | dan lembaga apapun (legislatif-yudikatif-eksekutif) jadi kakitangan dan alat.
  • 20. Siapa yang nggak disukai, potong | yang mendukung, pelihara | semacam diktator baru.
  • 21. Sementara rakyat jadi penonton yang merasa bebas memilih | padahal sebenarnya dipaksa untuk memilih | karena tiada diberikan alternatif.
  • 22. “Q: What is democracy? | A: The freedom to choose our own dictators” | itu guyonan orang barat tentang demokrasi 😀
  • 23. Maka wajar anda lihat dimana-mana penguasa tak tersentuh sekorup apapun dia | setelah penguasa lain naik barulah kasusnya terbuka.
  • 24. Mau buka kasus darimana? | penguasa “memegang” MA, MPR, KPK, Polisi, Jaksa, dan lainnya | yang jujur dipaksa bungkam | mulai dari mana?
  • 25. Maka berlaku pepatah yunani | “Quis custodiet ipsos custodes?” | siapa yang mengawasi sang pengawas (bila dia tidak awas?)
  • 26. OK ini cacat bawaan dan kelemahan sistem buatan manusia | lain sekali dengan sistem #Khilafah yang diwariskan Rasulullah.
  • 27. Dalam sistem #Khilafah | seorang kepala negara diangkat bukan untuk membuat SISTEM tapi menjalankan SISTEM dari Allah.
  • 28. Kepala negara (Khalifah) memang diangkat ummat yang empunya kekuatan | namun untuk menjalankan Al-Qur’an dan As-Sunnah yang paripurna.
  • 29. #Khilafah tidak menjadikan kedaulatan (hak membuat hukum) ada pada manusia | namun kedaulatan ada di tangan Allah.
  • 30. tidak akan ada konflik kepentingan antara legislatif-yudikatif-eksekutif pada sistem #Khilafah | ini yang dicontohkan Khulafaur Rasyidin.
  • 31. Maka ini sekali lagi menjelaskan bahwa Islam bukan hanya mewajibkan PEMIMPIN amanah | namun juga KEPEMIMPINAN yang amanah.

—–

Edited by: @pokamamil

Source: http://chirpstory.com/li/66689

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s