Khilafah Rasyidah Mahdiyah (via Ar-Risalah)

Rashidun Caliphate at its peak

Rashidun Caliphate at its peak

Para ulama Ahlussunah wal Jamaah sepakat bahwa Abu Bakar ash-Shiddiq, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib adalah para khalifah yang bijaksana dan mendapatkan petunjuk dari Allah. Al-Khulafa’ ar-rasyidun al-mahdiyyun. 

Kesepakatan ini didasarkan dari sabda Rasulullah SAW:

‘Hendaklah kalian berpegang kepada sunnahku dan sunnah para khalifah rasyidin mahdiyin sesudahku! Gigitlah ia dengan gigi gerahammu dan hindarilah mengada-adakan perkara baru (bid’ah)!’
(HR Ahmad, at-Tirmidzi, dan Abu Dawud)

‘Kenabian berada di tengah-tengah kalian selama dikehendaki oleh Allah, lalu diangkat oleh Allah saat Dia menghendakinya. Kemudian berlangsung khilafah ‘ala minhajin nubuwwah selama dikehendaki oleh Allah, lalu diangkat oleh Allah saat Dia menghendakinya.’
(HR Abu Dawud dan at-Tirmidzi)

‘Khilafah nubuwwah berlangsung 30 tahun, kemudian Allah memberikan kekuasaan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya.’
(HR Abu Dawud dan at-Tirmidzi)

Para ahli sejarah mencatat, masa kekhalifahan Abu Bakar adalah 2.5 tahun, masa kekhalifahan Umar al-Faruq adalah 10.5 tahun, masa kekhilafahan Utsman Dzunnurain adalah 12 tahun, dan masa kekhalifahan Ali bin Abi Thalib adalah 4 tahun dan 9 bulan. Secara keseluruhan, masa kekhalifahan khalifah yang empat ini terhitung sejak wafatnya Rasulullah SAW pada tanggal 12 Rabi’ul Awal 11 H sampai syahidnya Ali bin Abi Thalib pada tanggal 17 Ramadhan 40 H adalah 29 tahun 6 bulan 5 hari atau hampir 30 tahun. Ini sesuai dengan kabar nubuwwah.

Selain menyakini keabsahan kekhalifahan mereka berempat, Ahlussunah juga meyakini urutan keutamaan mereka: Abu Bakar, lalu Umar, lalu Utsman, lalu Ali bin Abi Thalib. Ayyub as-Sikhtiyani mengatakan, ‘Barangsiapa tidak mengutamakan Utsman di atas Ali, sungguh ia telah melecehkan para sahabat Muhajirin dan Anshar!’

Yang demikian itu karena sahabat Muhajirin dan Anshar telah sepakat untuk mengangkat Utsman sebagai khalifah sebelum Ali.

Khilafah Rasyidah Mahdiyah

Rasulullah SAW menyifati kekhalifahan empat sahabat utama ini sebagai khilafah rasyidah mahdiyah. Para ahli sejarah membuktikan kebenaran sabda Nabi tersebut. Rasyidah bermakna istiqamah yang sempurna di atas manhaj Nabi SAW. Sedangkan mahdiyah bermakna mendapatkan petunjuk dari Allah.

Kekhalifahan keempat khalifah ini tercatat memiliki beberapa keistimewaan sebagai berikut:

  1. Kesamaan Mashdar Talaqqi
    Keempat khalifah ini menjadikan al-Qur’an dan as-Sunnah sebagai sumber ilmu dan kebijakan. Ini perkara yang penting sekali sebab perselisihan dan perpecahan hanya terjadi saat umat Islam meninggalkan al-Qur’an dan as-Sunnah, baik secara keseluruhan ataupun sebagian, dan menggantikannya dengan sumber lain produk setan dan manusia.

Khalifah yang empat ini ber-talaqqi lalu membuat aturan, menentukan kebijakan politik, dan menetapkan semua keputusan mereka dengan merujuk kepada al-Qur’an dan as-Sunnah. Hal ini bukan karena mereka tidak memiliki pengetahuan tentang bagaimana mengatur pemerintah dengan sistem lain. Mereka mengerti ada sistem kekaisaran di Romawi dan kekhusrauan di Persia. Namun secara sadar mereka mencukupkan diri dengan al-Qur’an dan as-Sunnah karena mereka yakin bahwa hanya dengan melakukan hal itu mereka akan mendapatkan kesuksesan dunia dan akhirat. Mereka paham benar bahwa itulah sunnah Allah yang harus mereka jalani.

Mereka membaca ayat: ‘Maka hadapkanlah wajahmu kepada dien yang lurus, yaitu fitrah Allah yang manusia diciptakan berada di atas fitrah itu. Tidak ada pengganti bagi ciptaan Allah. Inilah dien yang mulia. Akan tetapi, kebanyakan manusia tidak mengetahui.’ (QS Ar-Rum: 30)

  1. Menjaga Aspek Aqidah
    Syariat datang bukan hanya mengharamkan kemusyrikan, tetapi ia juga datang untuk menutup pintu-pintu menuju ke sana. Kitapun dapat menyaksikan khalifah yang empat ini menjalankan fungsi datangnya syariat ini.

Meskipun semula banya sahabat yang tidak setuju – termasuk Umar bin Khattab, namun Abu Bakar tetap teguh pada sikapnya untuk memerangi orang-orang yang enggan membayar zakat. Abu Bakar berkata, ‘Demi Allah, aku akan tetap memerangi mereka selama pedang masih di tanganku, walaupun tidak ada lagi yang tersisa selain diriku!

Belakangan para ulama sepakat bahwa perkara zakat adalah perkara yang besar. Salah satu rukun Islam!Ketika Shabigh bin Asl at-Tamimiy melontarkan pertanyaan-pertanyaan yang meragukan eksistensi Allah, Umar memukulnya dengan pelepah kurma sampai Shabigh menyatakan taubatnya. Umar-pun mengasingkan Shabigh ke Basrah dan memerintahkan Abu Musa al-Asy’ari untuk memastikan Shabigh tidak bergaul dengan masyarakat sampai aqidahnya benar-benar lurus.

Dari Armenia, Hudzaifah datang dan menghadap khalifah Utsman bin Affan. Dia mengabarkan bahwa perbedaan qiroah dalam membaca al-Qur’an berpotensi memecah belah umat Islam. Gara-gara itu, kaum Muslimin di sana hampir saling menumpahkan darah. Utsman-pun memutuskan untuk menyatukan bacaan al-Qur’an dengan menulis ulang al-Qur’an ke dalam satu bahasa Arab saja: bahasa Arab Quraisy. Semua tulisan al-Qur’an yang menggunakan selain bahasa Arab Quraisy dibakar atas perintah Utsman.

Lalu pada masa Ali bin Abi Thalib, beliau melihat adanya orang-orang Syi’ah yang mengkultuskan dan menuhankannya sehingga membuatnya murka. Beliau menasihati mereka namun mereka tetap pada kebid’ahannya. Ali lalu memerintahkan pasukannya untuk membakar mereka.

  1. Supremasi Keadilan dan Persamaan
    Yang dimaksud dengan keadilan dan persamaan di sini adalah keadilan dan persamaan dalam perspeksi Islam. Islam mengajarkan bahwa pada dasarnya semua manusia itu sama. Faktor pembedanya adalah takwa mereka. Di depan syariat, tidak peduli ia orang Arab atau bukan, pemimpin atau yang dipimpin, semua sama.

Suatu hari Umar bin Khattab yang saat itu menjabat sebagai khalifah mengalami kesalahpahaman dengan Ubay bin Ka’ab. Keduanya sepakat untuk mendatangi Zaid bin Tsabit yang kala itu sedang menjadi qadi atau hakim di Madinah. Begitu mereka berdua datang, Zaid berkata, ‘Kenapa engkau tidak memanggilku, wahai Amirul Mukminin?”Qadhi datang untuk didengarkan keputusannya (bukan dipanggil)!’, kata Umar.

Ketika Zaid hendak memuliakannya dengan mendekatkan tempat duduknya dengan tempat duduknya sendiri, Umar menolak dan berkata, ‘Ini adalah awal kesewenanganmu wahai Zaid!’

Dan setelah mendengar suara kedua belah pihak, Zaid memutuskan agar Umar melakukan sumpah. Kemudian buru-buru Zaid meminta Ubay untuk memaafkan Umar dan tidak usah memintanya bersumpah. Namun demikian, Umar tetap ingin bersumpah sebagaimana keputusan Zaid. Setelah Umar berhak atas harta yang diperselisihkan itu, dia menyerahkannya kepada Ubay bin Ka’ab.

  1. Syura Pondasi Interaksi Rakyat Penguasa
    Prinsip syura amat penting dalam perjalanan suatu pemerintahan. Syura menjamin penguasa mendengar suara orang-orang yang ada di sekitarnya setelah suara wahyu. Bagaimanapun, suara jamaah lebih baik daripada suara personal.

Imam al-Bukhari mencatat, ‘Para imam sepeninggal Nabi SAW bermusyawarah dengan orang-orang yang terpercaya dari kalangan ahli ilmu untuk menyelesaikan perkara-perkara yang mubah. Jika hal itu ternyata telah dijelaskan di dalam al-Qur’an dan as-Sunnah, mereka tidak berpaling kepada selainnya.’ (Shahih Bukhari, kitab al-I’tisham bil Kitab was Sunnah, bab ke-28)

  1. Hubungan Internasional yang Syar’i
    Hubungan antar negara yang dibangun oleh khalifah yang empat ini adalah hubungan yang sesuai dengan syariat. Mereka mengasaskan hubungan internasional itu dengan cara pandang Islam terhadap suatu wilayah.

Islam membagi wilayah menjadi dua: wilayah Islam (Darul Islam) dan wilayah kekafiran (Darul Kufri). Selanjutnya, mereka menyikapi para penduduk masing-masing dengan apa yang telah diajarkan oleh Islam.

Menjelaskannya secara detail, bukan di sini tempatnya. Yang pasti mereka tidak meninggalkan rambu-rambu yang diwariskan oleh Rasulullah SAW.

Wallahu a’lam bish shawab

—–

Edited by: @pokamamil

By: Abu Zufar Mujtaba – from Akidah Thahawiyah recurring column

Source: Majalah Islam Ar-Risalah Dec 2013 Edition (150th edition)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s